Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wakil Ketua DPRD Tangsel Bagikan 5 Ribu Buku Tulis Kepada Pelajar
Sepekan, Wakil Ketua DPRD Tangsel Bagikan 5.000 Buku Tulis ke Pelajar (Dok. IDN Times/Maria)
  • Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa Suhardja membagikan 5.000 buku tulis selama sepekan kepada pelajar SD, SMP, dan santri di sejumlah lembaga pendidikan.
  • Maria menilai buku tulis merupakan kebutuhan penting bagi proses belajar, terutama bagi keluarga berpenghasilan terbatas yang masih terbebani membeli perlengkapan sekolah.
  • Pembagian buku ditujukan mendukung literasi di berbagai lingkungan pendidikan dan mendorong lebih banyak pihak memenuhi kebutuhan sederhana yang menunjang kesempatan belajar anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maria Teresa Suhardja, membagikan ribuan buku tulis kepada pelajar di sejumlah lembaga pendidikan selama sepekan terakhir.

Total ada 5.000 buku tulis yang dibagikan kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren di Kota Tangsel.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Maria terhadap dunia pendidikan sekaligus mendorong budaya literasi di kalangan anak-anak dan generasi muda.

1. Buku tulis dinilai kebutuhan sederhana, tetapi penting

Maria mengatakan, buku dan alat tulis sering kali dipandang sebagai kebutuhan sederhana. Namun, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, membeli perlengkapan sekolah tetap dapat menjadi beban.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar pendidikan tidak boleh dianggap sepele.

“Buku tulis mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku adalah bagian dari proses mereka belajar, menulis, berpikir, dan mengembangkan cita-cita. Kita tidak boleh menganggap kebutuhan pendidikan sebagai sesuatu yang tidak penting,” ujar Maria, Minggu (6/9/2026).

Ia juga menyinggung pemberitaan mengenai seorang siswa SD yang disebut kesulitan membeli buku dan pena dengan nilai kebutuhan kurang dari Rp10 ribu.

Bagi Maria, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan akses pendidikan terkadang dapat bermula dari kebutuhan yang sangat sederhana.

2. Sebanyak 5.000 buku dibagikan ke berbagai jenjang

Sepekan, Wakil Ketua DPRD Tangsel Bagikan 5.000 Buku Tulis ke Pelajar (Dok. IDN Times/Maria)

Pembagian buku dilakukan tidak hanya kepada siswa sekolah, tetapi juga menyasar santri di sejumlah pondok pesantren.

Maria mengatakan, penguatan literasi semestinya dilakukan di seluruh lingkungan pendidikan tanpa membedakan tempat anak-anak menuntut ilmu.

“Anak-anak kita, baik yang belajar di SD, SMP maupun di pondok pesantren, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang. Kita ingin budaya membaca dan menulis tumbuh di semua lingkungan pendidikan,” tuturnya.

Menurutnya, pemberian buku tulis tersebut bukan solusi untuk seluruh persoalan pendidikan dan literasi di Tangsel. Namun, ia ingin mengambil bagian dari kebutuhan yang ditemui langsung di masyarakat.

“Ini adalah langkah kecil. Tetapi saya percaya perubahan juga bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.

3. Berharap semakin banyak pihak peduli pendidikan

Maria berharap langkah tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak untuk ikut mengambil peran dalam mendukung pendidikan dan literasi di Kota Tangsel.

Ia menilai dukungan terhadap pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Pemenuhan kebutuhan sederhana yang menunjang proses belajar juga dinilai memiliki arti bagi pelajar.

“Jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena tidak memiliki buku untuk menulis. Kalau kita mampu membantu, mari kita bantu. Karena dari sebuah buku tulis, bisa lahir sebuah gagasan, cita-cita, dan masa depan,” kata Maria.

Curated For You

Editorial Team

Related Article