Siswa Tetap Dibiayai Meski Sekolah Mundur dari Program Sekolah Gratis

- Pemprov Banten menjamin siswa angkatan lama Program Sekolah Gratis tetap dibiayai hingga lulus, meski sekolah swasta mereka mengundurkan diri pada tahun ajaran berikutnya.
- Berdasarkan MoU, sekolah wajib menuntaskan pembiayaan satu angkatan penuh dan tidak boleh memungut iuran dari siswa SMA, SMK, maupun SKh yang sudah terdaftar.
- Sekitar tujuh SMA swasta mundur sehingga peserta program 2026 menjadi 794 sekolah; sementara 50 sekolah lain mengajukan bergabung dan masih menjalani kurasi.
Serang, IDN Times ā Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan siswa yang telah mengikuti Program Sekolah Gratis pada tahun ajaran sebelumnya tetap akan dibiayai Pemerintah Provinsi Banten hingga lulus, meski sekolah swasta tempat mereka belajar memutuskan mengundurkan diri dari program tersebut.
Andra mengatakan, kepastian itu telah diatur dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Banten dan sekolah swasta peserta program.
1. Siswa angkatan lama tetap ditanggung hingga lulus

Menurut Andra, sekolah yang telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis wajib menyelesaikan pembiayaan satu angkatan penuh sesuai isi MoU.
"Dalam MoU itu disampaikan bahwa pihak sekolah siap menyelenggarakan program untuk satu angkatan penuh. Jadi kalau saat angkatan kedua mereka tidak berkenan ikut, mereka tetap wajib memfasilitasi angkatan pertamanya hingga selesai," kata Andra di Kota Serang, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, keputusan sekolah untuk mundur hanya berlaku bagi peserta didik angkatan berikutnya. Sementara siswa yang telah terdaftar dalam program tetap memperoleh haknya hingga menyelesaikan pendidikan.
"Jadi kita mengikatnya lewat MoU. Tidak mungkin mereka ikut di awal, lalu di tengah jalan berhenti begitu saja," ujarnya.
2. Sekolah tak boleh memungut biaya

Andra memastikan siswa SMA, SMK, maupun SKh swasta yang telah masuk Program Sekolah Gratis tidak boleh dibebankan iuran oleh pihak sekolah meski sekolah tersebut mengundurkan diri pada tahun ajaran berikutnya.
"Skema tersebut dibuat agar keberlanjutan pendidikan siswa tetap terjamin dan tidak dirugikan oleh keputusan sekolah," katanya
3. Pemprov kurasi 50 sekolah yang ingin bergabung

Di sisi lain, Andra mengungkapkan ada sekitar 50 sekolah swasta yang mengajukan diri untuk bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Namun, seluruh pengajuan masih akan melalui proses seleksi.
"Saat ini ada sekitar 50 sekolah lagi yang mengajukan diri, tetapi masih kita kurasi dulu," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Rachmat Tamam menyebut sekitar tujuh SMA swasta telah mengajukan surat pengunduran diri dari Program Sekolah Gratis.
Pada 2025, program tersebut diikuti 801 SMA, SMK, dan SKh swasta. Dengan adanya tujuh sekolah yang mengundurkan diri, jumlah peserta program pada 2026 menjadi 794 sekolah.
Rachmat mengatakan pihaknya masih mempelajari alasan pengunduran diri tersebut.
"Nanti kan kita juga harus lihat suratnya, alasannya berdasarkan apa," ujarnya.





















