Tangerang Selatan, IDN Times - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman balik mempertanyakan pernyataan lembaga independen pemantau kualitas udara, Nafas, yang menarasikan udara Tangsel di bulan Juli 2023 terburuk se-Indonesia.
Menurut Wahyu, publik semestinya juga diberi informasi dengan apa dan bagaimana lembaga tersebut menilai kualitas udara di Tangsel.
"Yang penting untuk diketahui terlebih dahulu, sepertu apa alat, metode, dan sampel udara yang diuji oleh pihak terkait yang mempublis keadaan kualitas udara Tangsel, apakah alat dan metode tersebut sudah sesuai kaidah atau SOP yang terakreditasi oleh lembaga yang berkompeten," kata Wahyu kepada IDN Times, Kamis (10/8/2023).
