Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spanduk Tolak Safari Budaya Jokowi Bermunculan di Tangerang

Kab. Tangerang
Spanduk Tolak Safari Budaya Jokowi Bermunculan di Tangerang
Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi Muncul di Tangerang (IDN Time/M. Iqbal)
  • Spanduk penolakan rencana safari budaya Jokowi muncul di Jalan Raya Serang Cikupa dan depan Puspemkab Tangerang, memuat foto serta tulisan bernada penolakan.
  • Spanduk mencantumkan logo GMKR Banten, FPP TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu; identitas pemasangnya belum diketahui.
  • PSI Kabupaten Tangerang menyebut aksi itu dinamika politik, membantah safari politik, meminta kader tidak terpancing, serta menyatakan jadwal kunjungan Jokowi ke Banten belum pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Sejumlah spanduk penolakan terhadap rencana safari budaya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang, Banten.

Spanduk tersebut terpantau di antaranya di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, serta Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepat di depan gerbang masuk Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.

Spanduk berukuran cukup besar itu menampilkan foto Jokowi mengenakan batik yang diberi tanda larangan. Sejumlah tulisan bernada penolakan juga terpampang di dalamnya.

Beberapa di antaranya bertuliskan “Banten Menolak Jokowi”, “Safari Politik Jokowi Berkedok Safari Budaya”, hingga seruan “Saatnya Rakyat Bersatu Tangkap dan Adili Jokowi.”

  1. 1. Spanduk mengatasnamakan sejumlah organisasi

    IMG_0212.jpeg
    Presiden ke-7 Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)

    Pada bagian atas spanduk terdapat sejumlah logo organisasi yang menyatakan penolakan terhadap kedatangan Jokowi ke Banten. Di antaranya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu.

    Namun, belum diketahui secara pasti siapa yang memasang spanduk tersebut.

    Seorang juru parkir di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Marko Andrian, mengatakan spanduk itu sudah terpasang beberapa hari sebelum menjadi perhatian warga.

    “Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tahu siapa yang masang, tahu-tau pas saya markir, spanduk udah ada,” kata Marko kepada wartawan, dikutip Minggu (30/8/2026).

  2. 2. PSI sebut penolakan sebagai dinamika politik

    IMG-20260830-WA0004.jpg
    Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi Muncul di Tangerang (IDN Time/M Iqbal)

    Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tangerang, Andreas Arie, menilai kemunculan spanduk penolakan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

    “Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Jadi, biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini, kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat,” ujar Andreas.

    Meski demikian, Andreas membantah narasi yang menyebut agenda Jokowi di sejumlah daerah sebagai safari politik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan safari budaya untuk mengenal sekaligus mengapresiasi keberagaman budaya di berbagai daerah Indonesia.

    “Kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada sehingga kita juga mengapresiasi bahwa Indonesia itu adalah satu bentuk keberagaman lah ya, kebhinnekaan,” jelasnya.

  3. 3. PSI minta kader tak terpancing

    IMG-20260626-WA0059.jpg
    Jokowi saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Tulang Bawang, Lampung, Jumat (26/6/2026)(Dok. DPP PSI)

    Andreas meminta, kader PSI tidak terpancing dengan kemunculan spanduk penolakan tersebut. Menurutnya, keberadaan spanduk tidak akan memengaruhi rencana kunjungan Jokowi ke Banten.

    Meski begitu, ia mengatakan jadwal kedatangan Jokowi ke Banten hingga kini belum dipastikan. Penentuan waktu kunjungan masih mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk agenda Jokowi yang cukup padat.

    “Sebenarnya ada atau tidak itu malah kami itu harus lanjut terus. Jadi bahasanya itu kita belum tahu kapan Bapak akan hadir di Banten, bukan karena spanduk ini,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More