Agnez Mo Cerita di Balik Layar Pembuatan Serial Reacher di Bandara Soetta

- Agnez Mo mengungkap adegan favorit sementara Lila Hoth di Reacher, saat karakter jurnalisnya berubah menjadi sosok sosiopat menghadapi pembunuh bayaran dengan kerambit.
- Ia berlatih menggunakan pisau kerambit selama dua bulan dan menyiapkan guru akting serta pelatih pribadi sebelum casting, demi mendalami peran pembunuh bayaran ahli pencak silat.
- InJourney Airports memberi penghargaan Indonesia Berkarya kepada Agnez Mo di Bandara Soekarno-Hatta atas prestasi internasionalnya dan kontribusinya membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Tangerang, IDN Times - Nama aktris sekaligus penyanyi Agnez Mo sedang naik daun lantaran debutnya di film Reacher. Berperan sebagai Lila Hoth, penampilannya banyak dipuji bahkan namanya berada di posisi kedua aktris populer IMDb global.
Saat hadir dalam gelaran Apresiasi Indonesia Berkarya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Agnez mengungkapkan, adegan favoritnya saat Lila Hoth bertemu gerombolan pembunuh bayaran menyerang hotel tempat Lila dan Amisha menginap dengan membawa pisau dan dibalas dengan aksinya memainkan pisau kerambit.
Ia pun memeragakan dialog tersebut di depan para penumpang di Soetta dan penggemarnya. "Knives, so no one gonna hear the gunshot," ujar Agnez disambut riuh penggemar.
1. Agnez sebut adegan favoritnya belum muncul di episode yang telah dirilis

Selebriti Agnez Mo saat menghadiri Indonesia Berkarya di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Untuk episode 1 sampai 5 yang sudah dirilis, Agnez mengakui adegan tersebut paling disukai. Pasalnya, pada dialog tersebut adalah pertama kalinya karakter Lila yang menjadi seorang jurnalis menjadi karakter sosiopat. Adegan tersebut, kata Agnez, menjadi adegan yang menuntut dirinya mengubah karakter awal menjadi karakter yang berbeda. "Perubahan karakter ini yang saya suka karena memang menantang sekali," ungkapnya.
Sementara, untuk adegan yang benar-benar ia suka di sepanjang serial tersebut, hingga saat ini belum dirilis. Agnez menegaskan, adegan kesukaannya ada di epiosode 6 dan 7 di mana banyak adegan menantang dan lebih seru.
"Makanya tunggu di episode lainnya karena akan lebih seru," katanya.
2. Agnez Mo belajar membawa kerambit selama 2 bulan

Selebriti Agnez Mo saat menghadiri Indonesia Berkarya di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Agnez mengungkapkan dalam serial Reacher, ia menjadi pembunuh bayaran berdarah dingin yang jago bela diri pencak silat dan menggunakan pisau kerambit. "Selama dua bulan, saya kemana-mana bawa kerambit itu, saat di restoran, di rumah, saya berlatih putar-putar kerambit agar tangan bisa terlihat terbiasa memegangnya," ungkapnya.
Bahkan, sebelum terpilih sebagai pemeran Lila Hoth, Agnez sudah merekrut guru akting dan pelatih pribadi untuk membuat dirinya totalitas saat casting film Reacher. "Saya percaya kalau kita sudah berusaha dengan totalitas dan menyingkirkan ekspektasi, biarlah selanjutnya Tuhan yang menentukan," katanya.
3. InJourney Airports berikan penghargaan untuk Agnez Mo

Selebriti Agnez Mo saat menghadiri Indonesia Berkarya di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Sementara itu, sebagai publik figur yang membawa nama Indonesia di Hollywood, InJourney Airports dalam momentum Bulan Kemerdekaan RI memberikan apresiasi kepada Agnez Mo dalam program Indonesia Berkarya.
Direktur Komersial InJourney Airports Very Y. Setiadi mengatakan, Indonesia Berkarya hadir untuk mengobarkan semangat kemerdekaan dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia termasuk bagi InJourney Airports dalam menjadikan bandara berkelas dunia dan wajah kebanggaan bangsa.
“Apresiasi Indonesia Berkarya yang pertama ini didedikasikan kepada Agnez Mo, figur dengan rekam jejak luas dan prestasi internasional yang berhasil membawa Indonesia ke panggung dunia serta membuktikan bahwa talenta Tanah Air memiliki kapasitas global," katanya.
Very menuturkan, Agnez Mo tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas dan melampaui standar dalam mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.
"Semangat ini sejalan dengan misi InJourney Airports menghadirkan bandara berkelas dunia melalui program transformasi bandara," katanya.
Upaya InJourney Airports menjadikan bandara berkelas dunia dilakukan melalui transformasi Premises, People dan Process yang mengantarkan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang berada di peringkat dua kategori bandara berkapasitas 60-70 juta penumpang, peringkat delapan bandara terbaik di Asia, peringkat ke-22 dalam Top 100 bandara terbaik dunia, Top 10 layanan staf bandara terbaik di asia, dan Top 10 layanan imigrasi terbaik dunia.
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil menorehkan kenaikan peringkat dari 72 ke 67 dalam daftar Top 100 bandara terbaik dunia.
"Indonesia Berkarya menjadi program apresiasi dari InJourney Airports yang digelar bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan RI ke 81, diberikan kepada tokoh Indonesia yang memberikan kontribusi, prestasi, inspirasi dan kebanggaan, baik dari bidang seni, musik, film, olah raga, budaya, bisnis, pendidikan, teknologi, sosial, kreativitas hingga tokoh muda," pungkasnya.



















