Jadi Wakil Ketua DPRD Tangsel, Mustopa Bicara Pelayanan Publik

- Mustopa resmi menjadi Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan hingga akhir masa jabatan, menggantikan M Yusuf dari PKS melalui rapat paripurna pada 26 Agustus 2026.
- Dalam prosesi yang dipimpin pimpinan DPRD, Mustopa mengucapkan sumpah jabatan di hadapan pejabat daerah dan perwakilan PKS, lalu menempati kursi pimpinan DPRD.
- Mustopa menyebut pergantian ini sebagai rotasi internal PKS serta menargetkan penguatan kaderisasi dan pelayanan publik agar sembilan anggota Fraksi PKS lebih dirasakan masyarakat.
Tangerang Selatan, IDN Times - Mustopa resmi menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) setelah menggantikan M Yusuf dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia akan mengemban posisi tersebut hingga akhir masa jabatan.
Pengangkatan Mustopa ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Tangsel, Rabu (26/8/2026). Prosesi tersebut dihadiri Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas, jajaran pejabat Pemkot Tangsel, serta anggota DPRD Tangsel.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid bersama tiga wakil ketua lainnya, Mustopa mengucapkan sumpah dan janji jabatan yang dipandu Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tangerang.
Usai prosesi tersebut, Mustopa langsung menempati kursi pimpinan DPRD Tangsel. Sementara M Yusuf berpindah ke kursi yang sebelumnya ditempati Mustopa.
Keduanya kemudian bersalaman dan berpelukan sebelum Mustopa menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
Mustopa sebut jabatan baru sebagai amanah berat
Mustopa mengatakan posisi barunya merupakan amanah yang cukup berat. Ia meminta doa agar dapat menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Tangsel dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa jabatan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ini amanah yang cukup berat ya. Saya diamanahkan kembali menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan di sisa masa jabatan,” ujar Mustopa.
Menurutnya, pergantian posisi tersebut merupakan bagian dari mekanisme rotasi dan mutasi yang biasa dilakukan PKS.
Ia mengatakan setiap kader harus siap ketika mendapat amanah baru dari partai dan memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.
“Sebetulnya ini satu hal yang biasa terjadi di Partai Keadilan Sejahtera. Rotasi, mutasi, kita kan apa ya, diperintah, diamanahkan untuk melakukan kinerja-kinerja yang terbaik,” katanya.
Target PKS fokus kaderisasi dan pelayanan publik

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). M Yusuf digantikan Mustopa melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) (IDN Times/Muhamad Iqbal) Mustopa menyebut PKS memiliki sejumlah target yang ingin diperkuat setelah dirinya dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Tangsel. Salah satunya melalui konsep K2 P2, yakni penguatan kader dan kaderisasi serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Target kita adalah K2 P2 di PKS ini, yaitu kader dan kaderisasi harus diperhatikan, dan juga pelayanan publik (pelayanan kepada masyarakat) harus juga lebih membumi lagi,” ujarnya.
Mustopa berharap sembilan anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PKS dapat semakin memberikan manfaat dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.
“Sehingga masyarakat betul-betul merasakan adanya sembilan anggota dewan di Kota Tangerang Selatan ini,” ungkapnya.

















