Wali Kota Tangerang Imbau Warga Kibarkan Bendera Sebulan Penuh

- Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga mengibarkan bendera Merah Putih di rumah masing-masing pada 31 Juli hingga 31 Agustus 2026 untuk memperingati HUT ke-81 RI.
- Pengusaha juga diminta memasang bendera di unit usaha, termasuk pusat perbelanjaan dan restoran; Sachrudin menyebut pengibaran bendera sebagai bentuk kecintaan kepada Indonesia.
- Wakil Wali Kota Maryono Hasan mengajak warga mengisi kemerdekaan lewat kreativitas dan gotong royong, mencontoh panen 200 kilogram ikan patin di Kampung Keramba.
Tangerang, IDN Times - Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera selama satu bulan penuh mulai 31 Juli 2026. Hal tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera di rumah masing-masing mulai 31 Juli hingga 31 Agustus 2026," kata Sachrudin, Senin (3/7/2026).
1. Pengusaha juga diimbau untuk mengibarkan bendera di unit usahanya

Selain masyarakat umum, Sachrudin juga mengimbau pengusaha di wilayahnya untuk mengibarkan bendera di unit-unit usahanya, seperti pusat perbelanjaan, restoran, dan lain sebagainya.
"Kami juga mengimbau pengusaha untuk mengibarkan bendera di unit usahanya masing-masing," ungkapnya.
2. Sachrudin sebut pengibaran bendera salah satu bentuk kecintaan kepada negara

Sachrudin menekankan bahwa pengibaran bendera di rumah masing-masing menjadi salah satu bentuk kecintaan kepada tanah air. Apalagi, pengibaran bendera juga merupakan salah satu hal yang ringan dilakukan.
"Pengibaran bendera Merah Putih juga salah satu bentuk kecintaan terhadap negara Indonesia,"jelasnya.
3. Maryono ajak masyarakat isi kemerdekaan dengan kreativitas

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, meminta masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan kerja nyata dan kreativitas di lingkungan sekitar. Misalnya saja di Kampung Keramba RW 22, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk yang baru saja panen raya 200 kilogram ikan patin hasil budidaya keramba.
Menurut Maryono, apa yang dilakukan warga Kampung Keramba menjadi contoh bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dengan kreativitas, kepedulian, dan gotong royong, lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.
“Saya melihat sendiri bagaimana warga di sini semakin kompak dan mampu memaksimalkan potensi yang ada. Ini luar biasa, karena dari lingkungan sendiri bisa lahir kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Maryono.
Ia menilai, panen ikan patin bukan sekadar hasil budidaya, tetapi juga menunjukkan adanya semangat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi berbasis lingkungan.
“Ini yang harus terus kita dorong. Jangan hanya melihat kampung sebagai tempat tinggal, tetapi bagaimana kampung bisa menjadi ruang untuk berkarya, berproduksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


















