Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Jaga Hidup Sehat Ala Grand Finalis The New L-Men of The Year 2026
Grand Finalis The New L-Men of The Year 2026, Randolph Jonathan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

  • Ralph, Grand Finalis The New L-Men of The Year 2026, menekankan pentingnya memahami tujuan dan batas kemampuan diri dalam menjalani gaya hidup sehat agar tidak sekadar ikut tren.
  • Ia mengingatkan keseimbangan antara olahraga, pola makan bergizi sesuai kondisi tubuh, serta menjaga kesehatan mental sebagai kunci utama hidup sehat generasi muda pasca pandemi.
  • Kompetisi padel di UPH menjadi wadah mahasiswa belajar diplomasi lewat olahraga sekaligus menggalang donasi untuk program sosial dan pembangunan berkelanjutan di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times – Pasca pandemi COVID-19, gaya hidup sehat semakin tren, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan demi kualitas hidup lebih baik, hingga usia lanjut menjadi salah satu alasan anak muda mulai menerapkan pola hidup sehat.

Salah satu Grand Finalis The New L-Men of The Year 2026, Randolph Jonathan atau yang akrab disapa Ralph mengatakan, langkah pertama dalam menjalani gaya hidup sehat adalah memahami tujuan yang ingin dicapai.

"Kita harus tahu dulu tujuan kita menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, kita juga harus memahami kapasitas dan batas kemampuan diri. Jangan hanya karena sedang tren lalu ikut-ikutan atau FOMO (Fear of Missing Out) tanpa tahu alasan yang jelas," ujar Ralph saat menghadiri International Relations Sports Week 2026 Universitas Pelita Harapan di ACE Padel, Tangerang, Sabtu (11/7/2026).

1. Tetap push the limits, kenali batas kemampuan diri

Grand Finalis The New L-Men of The Year 2026, Randolph Jonathan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Menurut Ralph, mendorong diri untuk berkembang (push the limits) penting dalam berolahraga. Namun, hal tersebut harus dilakukan sesuai kemampuan.

Ia menjelaskan setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua orang.

"Kalau ternyata ada olahraga yang kurang cocok, jangan dipaksakan. Masih banyak pilihan olahraga lain yang bisa dicoba. Yang terpenting adalah tetap aktif bergerak dan konsisten menjaga kesehatan," ujarnya.

2. Terapkan pola makan bergizi, sesuaikan kondisi tubuh

International Relations Sports Week 2026 Universitas Pelita Harapan di ACE Padel, Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain rutin berolahraga, Ralph menilai pola makan yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menjalani gaya hidup sehat.

Menurutnya, setiap orang perlu memahami kebutuhan nutrisi tubuhnya, termasuk memilih pola makan atau diet yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

"Contohnya saya yang memiliki masalah asam lambung. Kondisi seperti ini sebenarnya cukup banyak dialami masyarakat, sehingga kita harus lebih bijak memilih pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh," katanya.

3. Jangan lupakan kesehatan mental

International Relations Sports Week 2026 Universitas Pelita Harapan di ACE Padel, Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Tak hanya kesehatan fisik, Ralph juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurutnya, kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda terhadap isu kesehatan mental saat ini sudah semakin baik.

Ia mengatakan tekanan dunia perkuliahan maupun pekerjaan, sering memengaruhi kondisi mental seseorang yang akhirnya berdampak pada kesehatan fisik.

Dalam ajang The New L-Men of The Year 2026, dirinya turut mengampenyakan pentingnya mental health awareness. "Khususnya bagi laki-laki, bukan hanya fisik harus kuat, tetapi mental juga harus sehat. Hal yang sama tentu juga berlaku bagi perempuan," ujarnya.

Ralph berharap semakin banyak anak muda yang mampu menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental di tengah kesibukan sehari-hari. Salah satu caranya adalah bergabung dalam komunitas atau mengikuti kegiatan olahraga seperti kompetisi padel yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional UPH, almamaternya.

"Melalui komunitas atau olahraga seperti ini, kita bisa membangun koneksi yang positif, bertemu orang-orang baru, sekaligus menjaga kesehatan mental," katanya.

4. Kompetisi padel jadi wadah pengembangan diri mahasiswa

International Relations Sports Week 2026 Universitas Pelita Harapan di ACE Padel, Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Alumni Hubungan Internasional UPH ini berharap kegiatan seperti International Relations Sports Week dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, memperluas relasi, serta belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai latar belakang.

"Saya merasa seperti kembali ke kampus untuk mengabdi. Saya ingin menunjukkan bahwa setelah lulus, anak muda tidak hanya fokus pada karier, tetapi juga bisa terus berkarya dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Apalagi melalui platform seperti The New L-Men of The Year, dampak yang bisa diberikan menjadi jauh lebih luas," tuturnya.

5. Padel ajarkan diplomasi lewat olahraga

International Relations Sports Week 2026 Universitas Pelita Harapan di ACE Padel, Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Advisor Student Organization International Relations UPH, Jhon Maxwell, mengatakan kompetisi padel tahun ini diikuti 32 tim dengan peserta dari berbagai usia dan latar belakang.

Menurutnya, kegiatan yang bertujuan memperkenalkan konsep diplomasi tidak hanya dilakukan melalui forum formal, tetapi juga dapat dibangun melalui olahraga.

"Ini sejalan dengan konsep sport diplomacy atau diplomasi nonformal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mempraktikkan langsung bagaimana membangun relasi dan kerja sama melalui olahraga," jelasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan menggalang donasi yang akan disalurkan ke sejumlah program sosial di Jakarta, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu, Tanjung Priok, serta rumah belajar bagi anak-anak jalanan dan keluarga kurang mampu. Program tersebut merupakan bagian International Development Program yang rutin diselenggarakan mahasiswa Hubungan Internasional UPH.

"Nantinya mahasiswa akan terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kami juga akan mendukung penyediaan fasilitas kebersihan dan pengelolaan sampah melalui kerja sama resmi dengan RT/RW maupun pemerintah setempat," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article