Asprov PSSI Banten Gelar Kongres Biasa, Bahas Tahapan Pemilihan Ketua

- Asprov PSSI Banten menggelar Kongres Biasa di Tangsel untuk membahas agenda tahunan serta pengangkatan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan sesuai arahan PSSI pusat.
- Sekjen PSSI Yunus Nusi mengapresiasi program pembinaan dan kompetisi di Banten, menilai dukungan pemerintah daerah penting untuk melahirkan lebih banyak pemain muda potensial.
- PSSI menyoroti potensi besar sepak bola Banten dengan banyaknya stadion dan klub profesional, namun meminta pemerintah daerah memberi dukungan lebih bagi klub lokal agar terus berkembang.
Tangerang Selatan, IDN Times - Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Banten menggelar Kongres Biasa atau Ordinary Congress di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Rabu (13/5/2026). Kongres tersebut membahas agenda tahunan organisasi sekaligus pengangkatan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.
Ketua Asprov PSSI Banten, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kongres menjadi bagian dari tahapan organisasi yang wajib dilaksanakan sesuai arahan PSSI pusat.
“Hari ini kami menyelenggarakan agenda tahunan, yaitu Ordinary Congress atau Kongres Biasa dengan agenda pengangkatan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan,” kata Pilar di sela kegiatan kongres.
1. Jadwal kongres luar biasa belum ditentukan

Pilar menyebut, kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi bersama jajaran pengurus pusat menjadi dorongan semangat bagi Asprov PSSI Banten untuk terus membangun sepak bola daerah. Menurutnya, pelaksanaan kongres juga menjadi bukti keseriusan pengurus dalam menjalankan tata kelola organisasi sepak bola di Banten.
Meski begitu, Pilar mengaku belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan pemilihan ketua maupun kepengurusan baru Asprov PSSI Banten sebab tahapan berikutnya masih menunggu arahan resmi dari PSSI pusat.
“Untuk tahapan berikutnya kami menunggu arahan lebih lanjut dari PSSI,” ujarnya.
2. PSSI pusat menyoroti pembinaan dan kompetisi

Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi mengapresiasi jalannya program-program sepak bola yang selama ini dijalankan Asprov PSSI Banten.
Ia menilai, sejumlah agenda kompetisi dan pembinaan di Banten sudah berjalan aktif, mulai dari Liga 4, turnamen Suratin, hingga pelatihan wasit dan pelatih.
“PSSI Banten secara keseluruhan menjalankan seluruh program yang digelontorkan PSSI pusat,” kata Yunus.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam pengembangan sepak bola di wilayah tersebut.
Yunus berharap pembinaan usia dini di Banten terus diperkuat agar semakin banyak pemain muda daerah yang mampu menembus tim nasional Indonesia. “Kami berharap ke depan semakin banyak anak-anak Banten menjadi pemain profesional dan masuk timnas,” ujarnya.
3. Stadion di Banten banyak, klub harus terus berkembang

Dalam kesempatan itu, Yunus juga menyoroti potensi besar sepak bola Banten yang dinilai memiliki infrastruktur stadion cukup banyak dibanding daerah lain.
Selain itu, keberadaan klub-klub profesional-- seperti Dewa United, Persita Tangerang, dan Adhyaksa-- disebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem sepak bola di Banten. Ia bahkan berharap klub Persikota Tangerang dapat kembali bangkit dan bersaing di level nasional.
“Kita berharap semakin banyak klub dari Banten yang berkembang karena itu akan berdampak positif bagi pembinaan sepak bola daerah,” tuturnya.
Meski demikian, Yunus meminta pemerintah kabupaten dan kota di Banten memberikan dukungan lebih besar kepada klub-klub lokal, terutama terkait penggunaan lapangan dan stadion. Menurut dia, banyak klub amatir dan sekolah sepak bola masih bertahan menggunakan dana pribadi demi membina pemain muda.
“Jangan terlalu mahal biaya penggunaan stadion dan lapangan. Kasihan klub-klub kecil yang membina pemain dengan biaya sendiri,” katanya.
Ia optimistis sepak bola Banten akan semakin maju jika dukungan pemerintah daerah dan semangat pembinaan terus berjalan beriringan.


















