Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
25.000 Siswa Berebut 9 Ribu Kursi SMP Negeri Tangsel, Ini Langkah DPRD
Anggota DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Sekitar 25 ribu calon siswa berebut lebih dari 9 ribu kursi SMP Negeri di Tangsel, memicu DPRD dan Pemkot merencanakan pembangunan tujuh sekolah baru secara bertahap.
  • Sebanyak 5 ribu siswa yang tidak tertampung di SMP Negeri mendapat bantuan Rp1,8 juta per tahun untuk bersekolah di SMP swasta mitra pemerintah.
  • DPRD Tangsel menekankan pentingnya transparansi proses SPMB serta kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar semua anak tetap mendapat akses pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Tangerang Selatan kembali diwarnai ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung sekolah negeri. Tahun ini, sekitar 25 ribu calon siswa diperkirakan memperebutkan lebih dari 9 ribu kursi yang tersedia di SMP Negeri.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Ricky Yuanda Bastian mengakui, kondisi tersebut merupakan fakta yang terjadi setiap tahun. Menurutnya, keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi tantangan yang harus diatasi secara bertahap.

“Data 20 ribu sekian pendaftar dan data 8 ribu atau 9 ribu daya tampung itu fakta. Makanya dalam RPJMD wali kota sudah diputuskan bersama, kita akan membangun minimal tujuh SMP Negeri baru,” kata Ricky, Rabu (10/6/2026).

1. Tangsel akan bangun tujuh SMP Negeri baru

Ilustrasi SPMB Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Ricky menjelaskan, pembangunan sekolah baru menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah lulusan SD dan kapasitas SMP Negeri.

Meski demikian, menurut dia, pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pembangunan sekolah negeri untuk menampung seluruh siswa.

“Memang kita tidak bisa memfasilitasi semua, karena kita juga harus memikirkan SMP swasta yang selama ini sudah berjalan, bahkan sudah puluhan tahun berkontribusi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sekolah baru juga membutuhkan proses panjang mulai dari penyediaan lahan, penganggaran hingga penyiapan tenaga pendidik.

2. Sebanyak 5 ribu siswa dapat bantuan sekolah swasta

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sebagai solusi, Pemkot Tangsel memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di SMP Negeri.

Tahun ini, sebanyak 5 ribu siswa mendapat bantuan sebesar Rp1,8 juta per tahun untuk bersekolah di SMP swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Tahun ini ada sekitar 5 ribu siswa yang dibiayai pemerintah. Jika tidak masuk SMP Negeri, mereka bisa bersekolah di SMP swasta dengan bantuan tersebut,” katanya.

Jumlah penerima bantuan itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4 ribu siswa.

Ricky berharap ke depan jumlah penerima maupun nilai bantuannya dapat terus ditingkatkan sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kalau sekarang Rp1,8 juta per tahun atau sekitar Rp150 ribu per bulan. Kami berharap ke depan jumlah penerima dan nominal bantuannya bisa bertambah,” ujarnya.

3. DPRD minta proses SPMB transparan

Anggota DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Komisi II DPRD Tangsel juga meminta Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses SPMB berjalan transparan dan akuntabel.

Menurut Ricky, sistem penerimaan siswa saat ini sudah dilakukan secara digital sehingga dapat dipantau masyarakat secara terbuka.

“Kalau memang ada kendala-kendala, masyarakat bisa mengadukan ke Dinas Pendidikan atau ke kami di DPRD. Fungsi pengawasan tetap kami jalankan,” katanya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan pendidikan di Tangsel membutuhkan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Negeri dan swasta harus berkolaborasi karena kapasitas sekolah negeri memang terbatas,” ujarnya.

Ricky berharap pembangunan SMP Negeri baru serta peningkatan bantuan pendidikan bagi siswa di sekolah swasta dapat menjadi solusi untuk mengurangi persoalan daya tampung yang setiap tahun terjadi di Kota Tangerang Selatan.

Editorial Team

Related Article