Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

351 Warga Lebak Jadi PMI pada 2025, Arab Saudi Masih Jadi Favorit

351 Warga Lebak Jadi PMI pada 2025, Arab Saudi Masih Jadi Favorit
Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI). (ANTARA FOTO/Reza Novriandi)
Intinya Sih

  • Sebanyak 351 warga Lebak tercatat menjadi Pekerja Migran Indonesia pada 2025, meningkat 124 orang dibanding tahun sebelumnya.
  • Arab Saudi masih menjadi negara tujuan utama dengan 199 pekerja, disusul penempatan ke 14 negara lain melalui jalur perorangan dan perusahaan penempatan.
  • Motivasi utama warga bekerja ke luar negeri dipicu faktor ekonomi serta kedekatan budaya dan religi, sementara Disnaker mengimbau penggunaan jalur resmi demi perlindungan PMI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat ratusan warganya bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Chaeruliyanto mengungkap, total PMI asal Lebak pada 2025 mencapai 351 orang. Angka ini naik sekitar 124 orang dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 227 pekerja.

“Terjadi peningkatan sekitar 124 pekerja di tahun 2025. Negara tujuan terbanyak masih ke Arab Saudi dengan 199 pekerja,” ujar Rully, Selasa (5/5/2026).

1. Para pekerja asal Indonesia itu tersebar ke 15 negara

Salah satu pekerja migran Indonesia di Simunjan, Malaysia, yang menerima penanganan KB dari BKKBN (IDN Times/Margith Juita Damanik)
Salah satu pekerja migran Indonesia di Simunjan, Malaysia, yang menerima penanganan KB dari BKKBN (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Selain Arab Saudi, para PMI asal Lebak juga bekerja di berbagai negara lain, seperti Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, hingga Uni Emirat Arab dan Qatar.

Penempatan pekerja tersebut dilakukan melalui beberapa mekanisme, yakni jalur perorangan sebanyak 150 orang, melalui perusahaan penempatan (P3MI) sebanyak 199 orang, serta perpanjangan kontrak sebanyak dua orang.

Rully menjelaskan, jenis pekerjaan PMI asal Lebak didominasi sektor formal. Mulai dari perawat bayi, perawat lansia, pekerja pabrik, penjaga toko, hingga sektor jasa seperti salon dan perbengkelan.

Menurutnya, tingginya minat bekerja ke luar negeri dipicu oleh faktor ekonomi serta terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah.

“Banyak warga Lebak memilih bekerja ke luar negeri karena desakan ekonomi dan minimnya lowongan kerja di daerah,” katanya.

2. Faktor budaya dan religi

Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI). (ANTARA FOTO/Reza Novriandi)
Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI). (ANTARA FOTO/Reza Novriandi)

Selain faktor ekonomi, Arab Saudi tetap menjadi tujuan favorit karena faktor budaya dan kedekatan religi. Banyak PMI yang berharap bisa sekaligus menjalankan ibadah.

“Selain kebutuhan tenaga kerja, ada juga faktor budaya dan agama. Banyak yang berharap bisa sekalian umrah atau haji,” jelasnya.

Disnaker Lebak pun mengimbau calon PMI untuk menempuh jalur resmi agar mendapatkan perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More