Dua Flyover di Lebak Ditarget Rampung 2028, Kurangi Risiko Kecelakaan

- Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan dua flyover di Citeras dan Tanjakan Bang Arum selesai pada 2028 untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api.
- Proyek sudah masuk tahap studi kelayakan dan dokumen teknis, dengan koordinasi antara Pemkab Lebak dan BPJN, namun masih menunggu proses pembebasan lahan.
- Meski belum ada percepatan pasca kecelakaan di Bekasi, pemerintah pusat menegaskan pentingnya pembangunan flyover atau underpass demi keselamatan pengguna jalan.
Lebak, IDN Times – Pemerintah berencana membangun dua flyover (jalan layang) di Kabupaten Lebak, Banten, guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian mengatakan pembangunan flyover akan dilakukan di perlintasan sebidang Citeras dan Tanjakan Bang Arum.
“Flyover di perlintasan sebidang Citeras dan Tanjakan Bang Arum targetnya selesai pada 2028,” ujar Widy, Senin (4/5/2026).
1. Proyek flyover itu sudah masuk tahap perencanaan

Widy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) terkait proyek tersebut. Saat ini, pembahasan teknis seperti studi kelayakan (FS) dan dokumen perencanaan teknis (DED) telah dilakukan.
Menurutnya, masuknya proyek ini dalam rencana strategis BPJN Kementerian Pekerjaan Umum menjadi sinyal positif, meski masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. “Masih ada proses seperti appraisal untuk pembebasan lahan yang dibutuhkan,” jelasnya.
2. Belum ada percepatan setelah kecelakaan KA di Bekasi

Meski sempat terjadi kecelakaan kereta di Bekasi, Widy menyebut belum ada arahan khusus terkait percepatan pembangunan flyover di Lebak. Pembahasan terakhir dilakukan pada pertengahan April 2026. Ia berharap proyek ini bisa segera terealisasi demi meningkatkan keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang.
“Semoga bisa mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
3. Pemerintah dorong solusi infrastruktur

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya pembenahan perlintasan kereta api yang berisiko tinggi.
Menurutnya, solusi seperti pembangunan flyover atau underpass diperlukan di titik-titik perlintasan padat guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.



















