Warga Keluhkan Galian Proyek Saluran yang Mangkrak di Pondok Aren

- Warga Pondok Kacang Timur mengeluhkan proyek galian drainase yang berhenti selama sepekan dan menumpuk material di jalan, membuat akses kendaraan terganggu serta membahayakan pengguna jalan.
- Warga menyoroti ketiadaan papan informasi, pemberitahuan, dan rambu keselamatan di lokasi proyek, meski mereka tetap mendukung pembangunan saluran untuk mengurangi genangan air.
- Salah satu pekerja menyebut penghentian pekerjaan terjadi karena menunggu arahan mandor terkait pengangkutan tanah galian, sementara warga berharap proyek segera diselesaikan dengan pengamanan memadai.
Tangerang Selatan, IDN Times – Warga RT 003/004, Gang Musollah, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan proyek galian saluran drainase yang terhenti selama sekitar sepekan. Proyek yang belum rampung itu dinilai mengganggu aktivitas warga karena material galian masih menumpuk di badan jalan.
Pantauan di lokasi, tanah dan puing bekas galian masih memenuhi sebagian ruas jalan sehingga akses kendaraan menjadi lebih sempit. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan.
1. Warga sebut proyek berhenti tanpa aktivitas selama sepekan
Salah seorang warga, Andri, mengatakan pekerjaan penggalian dimulai pada Sabtu, namun hingga Jumat (3/7/2026) tidak terlihat lagi aktivitas pekerja di lokasi.
“Hari Sabtu mereka sudah melakukan penggalian, tapi sampai hari Jumat ini baik itu tanah dan galian tidak sama sekali dikerjakan,” katanya.
Ia mengaku khawatir kondisi tersebut membahayakan warga, khususnya anak-anak yang melintas di sekitar lokasi proyek.
“Mau sampai kapan galian itu mangkrak, padahal katanya pekerjaan hanya 7 hari, ini sudah lebih. Kami kasihan warga kalau ada yang sakit atau butuh urgen untuk pakai kendaraan tidak bisa lewat,” ujarnya.
2. Warga soroti tidak adanya papan proyek dan pengamanan

Selain meminta pekerjaan segera dilanjutkan, warga juga mempertanyakan minimnya informasi terkait proyek tersebut. Menurut Andri, di lokasi tidak terdapat papan informasi pekerjaan, pemberitahuan kepada warga, maupun rambu keselamatan yang dapat mengantisipasi risiko kecelakaan.
“Pengumuman ke warga tidak ada, papan informasi pekerjaan juga tidak ada, bahkan imbauan keselamatan dan gangguan juga tidak tersedia,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengaku mendukung pembangunan saluran drainase karena dinilai bermanfaat untuk mengurangi genangan. Namun, pelaksanaannya diharapkan lebih profesional dan tidak berhenti tanpa kejelasan.
3. Pekerja sebut menunggu arahan mandor

Sementara itu, salah seorang pekerja di lokasi mengaku penghentian pekerjaan bukan merupakan keputusannya. Pekerja yang mengaku berasal dari Garut, Jawa Barat, mengatakan dirinya masih menunggu arahan dari mandor, termasuk terkait pengangkutan tanah hasil galian.
“Soal tanah kami sampai sekarang tidak diberikan mobil untuk buang tanah dan puing. Ini belum dikerjain karena kami diminta kerjakan yang di depan gang terlebih dahulu,” ujarnya.
Warga berharap instansi terkait maupun kontraktor pelaksana segera menyelesaikan proyek tersebut serta memasang pengamanan dan rambu peringatan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.



















