BPK Soroti Temuan Keran Wastafel Rp5 Juta yang Dibeli Dinkes Tangsel

- Dinas Kesehatan Tangsel tercatat membeli 10 kran wastafel senilai Rp5,15 juta yang menjadi temuan BPK dalam laporan keuangan tahun anggaran 2025.
- Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendarlin Mahdaniar, menyatakan akan memeriksa lebih lanjut lokasi dan detail pembelian kran tersebut.
- BPK merekomendasikan Wali Kota Tangsel dan TAPD agar memperketat verifikasi anggaran, sementara data menunjukkan realisasi belanja barang-jasa dan modal Pemkot Tangsel 2025 mencapai di atas 90 persen.
Tangerang Selatan, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melakukan pembelian keran wastafel sebanyak 10 pcs senilai Rp5.150.400 yang menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan pada Tahun Anggaran 2025.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendarlin Mahdaniar, menyatakan akan mengecek informasi tersebut.
"Coba nanti aku cek dulu ya. Kalau di saya kan tampak di Dinkes, tapi apakah itu di rumah sakit atau dimana kan gitu, karena semua di kita. Nanti saya cek dulu ya," kata Allin saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (2/7/2026).
1. Ini rekomendasi BPK atas temuan tersebut

Sekadar perbandingan, di toko-toko bangunan di wilayah Tangsel pada umumnya, harga keran sejenis dengan kualitas terbaik harga per buah tak lebih dari Rp200 ribu.
Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan Wali Kota Tangerang Selatan agar menginstruksikan, Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar lebih cermat dalam melakukan verifikasi RKA dan DPA/DPPA Perangkat Daerah; dan Kepala Perangkat Daerah terkait agar memedomani klasifikasi belanja dalam penyusunan RKA sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Segini belanja barang jasa dan modal Pemkot Tangsel pada tahun 2025

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Tangsel pada Tahun 2025 menyajikan anggaran Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.799.884.989.714,41 dengan realisasi sebesar Rp1.635.020.326.949,00 atau 90,84 persen, dan anggaran Belanja Modal sebesar Rp1.453.255.635.753,40 dengan realisasi sebesar Rp1.355.281.481.660,00 atau 93,26 persen.





















