Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Warga di 3 Kecamatan Mengungsi

- Asap kebakaran TPA Jatiwaringin memaksa warga di tiga kecamatan Tangerang mengungsi, dengan prioritas evakuasi bagi lansia, ibu hamil, anak-anak, dan bayi.
- Pemerintah Kabupaten Tangerang menurunkan petugas kesehatan dari Puskesmas untuk memantau kondisi warga terdampak serta menambah tenaga medis di wilayah terpapar asap.
- Proses pemadaman terkendala minimnya sumber air, namun PDAM dan BNPB turut membantu melalui pasokan air darat dan rencana penyiraman udara menggunakan helikopter.
Tangerang, IDN Times - Warga yang berada di Kecamatan Rajeg, Sukadiri, dan Mauk mulai mengungsi akibat dampak dari asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan ia meminta pihak kecamatan dibantu jajaran TNI mengevakuasi warga terutama lansia, ibu hamil, anak dan bayi.
"Saya telah meminta jajaran kecamatan dibantu personel TNI, berupaya untuk mengungsikan warga masyarakat yang terkena atau terdampak dengan asap ini. Sudah diungsikan, ada beberapa yang ditempati di kantor desa ada juga yang di masjid juga kita tempati," katanya, Rabu (1/7/2026).
1. Petugas kesehatan juga dikerahkan untuk memastikan kondisi warga terdampak

Selain itu, petugas kesehatan dari Puskesmas juga dikerahkan pemerintah Kabupaten Tangerang, untuk memastikan kondisi warga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
"Nanti, kita tambah lagi petugas kesehatan untuk bisa turun langsung ke beberapa RT/RW yang terdampak di lokasi ini," ujarnya.
2. Kekurangan sumber air jadi kendala pemadaman TPA

Terkait proses pemadaman, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terutama PDAM untuk memastikan bantuan pasokan air sejak malam tadi. Pasalnya, tidak ada sumber air seperti sungai maupun danau di sekitar kawasan TPA Jatiwaringin.
"PDAM sudah juga kirim ke sini, jadi bergiliranlah. PDAM masuk, airnya kita manfaatkan, disedot oleh mobil pemadam kebakaran, terus kita juga menyiram di lokasi api," ungkapnya.
3. BNPB juga bantu proses pemadaman

Maesyal pun memastikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga bakal membantu proses pemadaman tersebut melalui jalur udara. Hal tersebut lantaran kebakaran terus meluas dan asap semakin pekat di sekitar lokasi.
"Rencananya akan dilakukan upaya melalui udara, pakai helikopter gitu kan, untuk penyiraman dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan, baik beko, truk sampah, maupun alat pemadam kebakaran," kata Maesyal.
Kata dia, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah melakukan mitigasi dalam pencegahan kebakaran di TPA Jatiwaringin lantaran memang cuaca panas yang akhir-akhir ini melanda di kawasan Mauk.
"Di mana, Dinas Lingkungan Hidup dengan BPBD sudah berupaya juga untuk menyiram sebelum kejadian, beberapa hari yang lalu. Namun memang, dalam perjalanannya, percikan api ini ada ditambah angin kencang, sehingga cepat menjalar," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, saat ini situasi kebencanaan kebakaran masih dalam siaga satu. Yang mana, sejumlah titik api masih menyala dan dilakukan proses pemadaman.
"Saat ini kebakaran berstatus siaga satu, Kita berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas, begitu. Walaupun titik apinya agak sulit tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," ungkapnya.


















