Omzet Pedagang Pernak-pernik 17 Agustus di Tangsel Lesu

- Pedagang pernak-pernik kemerdekaan di Tangerang Selatan mengaku penjualan menjelang HUT ke-81 RI lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.
- Usman di Serpong Utara hanya menjual dua hingga tiga barang per hari sejak mulai berjualan 2 Agustus dan berencana kembali menjadi buruh serabutan di Cirebon.
- Omzet Uun di Pamulang turun dari sekitar Rp600 ribu menjadi Rp300-400 ribu per hari; harga bendera dijual Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.
Tangerang Selatan, IDN Times - Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia belum membawa berkah bagi seluruh pedagang musiman di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Sejumlah pedagang pernak-pernik kemerdekaan mengaku penjualan tahun ini lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.
Usman (70), pedagang asal Kabupaten Cirebon yang berjualan di Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong Utara, mengaku hanya mampu menjual dua hingga tiga pernak-pernik dalam sehari. “Sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Usman saat ditemui pada Selasa (18/8/2026).
1. Sehari hanya laku 3 barang

Suasana penjual bendera merah putih (IDN Times/Indah Permata Sari) Usman menjajakan berbagai pernak-pernik khas perayaan kemerdekaan, mulai bendera, umbul-umbul, hingga gantungan berbentuk ketupat berwarna merah putih. Namun keramaian kendaraan yang melintas di jalan tersebut tak berbanding dengan jumlah pembeli. Menurutnya, omzet tahun ini jauh dari harapan.
“Sehari paling laku dua atau tiga potong,” ujarnya.
Usman mulai berjualan sejak 2 Agustus 2026. Namun penjualan tak kunjung membaik, ia berencana kembali ke kampung halamannya di Cirebon untuk bekerja sebagai buruh serabutan.
2. Pendapatan pedagang turun hingga separuh

Penjual bendera Merah Putih. IDN Times/Asrhawi Muin Keluhan serupa disampaikan Uun (60), pedagang pernak-pernik kemerdekaan yang membuka lapak di Jalan Witana Harja, Pamulang. Jika pada momen 17 Agustus tahun sebelumnya bisa meraup omzet hingga Rp600 ribu per hari, tahun ini pendapatannya hanya berkisar Rp300 ribu-Rp400 ribu.
“Sepi kalau sekarang, enggak kayak tahun dulu. Sehari cuma dapat Rp300 ribu sampai Rp400 ribu,” tuturnya.
Uun mengaku sudah bertahun-tahun datang ke Tangsel untuk berjualan bendera setiap menjelang Agustus. Tahun ini, ia mulai membuka lapak sejak 1 Agustus. Untuk menekan pengeluaran selama berjualan, Uun bahkan menumpang tidur di toko bunga milik kenalannya di Pamulang. Setiap hari ia berjualan mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
3. Harga pernak-pernik mulai Rp10 ribu

Penjual bendera Merah Putih keliling (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Harga pernak-pernik kemerdekaan yang dijual pedagang musiman tersebut cukup beragam, bergantung pada ukuran dan motif. Untuk bendera berukuran kecil, harganya mulai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Sementara bendera ukuran standar hingga yang dilengkapi motif Garuda dijual sekitar Rp25 ribu-Rp100 ribu per potong.
Meski momen puncak perayaan kemerdekaan telah berlalu, para pedagang berharap penjualan dapat meningkat pada sisa periode Agustus. Namun bagi Usman, sepinya pembeli membuat perayaan kemerdekaan tahun ini tak serta-merta menjadi momentum untuk meningkatkan penghasilan.


















