Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wamenkes Resmikan Pos Kesehatan Terlengkap di Bandara Soetta, Ini Fasilitasnya

Tangerang
Wamenkes Resmikan Pos Kesehatan Terlengkap di Bandara Soetta, Ini Fasilitasnya
Wamenkes, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

  • Wamenkes Benyamin Paulus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, yang disebut paling lengkap di bandara Indonesia dan memiliki fasilitas BSL-2.
  • Pos ini ditujukan menyaring potensi penyakit dari jalur udara di bandara yang dilalui sekitar 150 ribu orang per hari, didukung 200 tenaga kekarantinaan kesehatan.
  • Fasilitas mencakup triase, EKG, monitor pasien, laboratorium molekular, ruang karantina, HEPA filter, dan AC terpisah; Wamenkes berharap Bali serta Surabaya memiliki pos serupa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan (PKK) di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (18/8/2026). Pos pelayanan tersebut disebut Bneyamin, sebagai yang terlengkap di seluruh Bandara di Indonesia.

"Di Soekarno-Hatta ini dilengkapi, sampai ada BSL-2 di sini, artinya untuk deteksi virus bisa dilakukan di Airport Soekarno-Hatta. Saya tadi cek SDM-nya pun ada, termasuk kalau ada kegawatdaruratan disiapkan juga dan tenaga medisnya ada," kata Benyamin.

  1. 1. Pos PKK untuk mencegah masuknya virus yang berpotensi menjadi wabah

    Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
    Wamenkes, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Benyamin mengungkapkan, adanya Pos PKK di dalam terminal di sebuah bandara internasional dimilai penting, lantaran bisa mencegah masuknya virus dari negara lain yang berpotensi menjadi wabah hingga pandemik di Indonesia. "Ini menunjukkan bahwa sebuah negara makin maju, maka pelayanan kesahatannya makin baik," jelasnya.

    Apalagi, kata Benyamin, di Bandara Soekarno-Hatta, ada sekitar 150 ribu orang yang setiap hari lalu lalang. Sehingga, peralatan yang lengkap dan personel kesehatan yang mumpuni bisa mencegah masuknya virus dari negara lain.

    "Untuk dari segi kesehatan, dari segi kesehatan untuk mencegah terjadinya berbagai macam penyakit yang masuk melalui jalur udara. Jadi dengan peralatan lengkap dan tenaga kekarantinaan kesehatan 200 orang jadi filter," ungkapnya.

  2. 2. Wamenkes ingin Pos PKK di Bandara Bali dan Surabaya selengkap Soetta

    Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
    Wamenkes, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Benyamin pun ingin agar Pos PKK di bandara internasional lain terutama yang memiliki penerbangan internasional yang ramai bisa selengkap di Bandara Soetta. Pasalnya, pos tersebut penting untuk menangani kejadian kedaruratan di bandara.

    "Saya harap yang terjadi di Soekarno-Hatta ini juga bisa dilengkapi di airport kita yang besar seperti Bali dan Surabaya, meskipun sekarang sudah ada (Pos PKK) tapi belum selengkap Soekarno-Hatta," jelasnya.

  3. 3. Pos PKK juga tangani kejadian darurat kesehatan

    Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
    Wamenkes, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Selain mencegah masuknya virus, Pos PKK juga dilengkapi fasilitas kedaruratan seperti tempat tidur triase, alat Elektrokardiogram (EKG), monitor pasien yang memuat detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, laju pernapasan, hingga suhu tubuh pasien. Selain itu, Pos PKK dilengkapi ruangan laboratorium, hingga ruang karantina bagi pasien yang tercurigai tertular virus menular.

    "Ruang laboratoriumnya pun bukan hanya rapid ya, tapi sudah bisa memeriksa hingga molekular sehingga lebih akurat," kata Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini.

    Pos PKK juga memiliki penyaring udara HEPA filter untuk membunuh virus dan bakteri agar tidak menyebar melalui udara di sekitarnya. Selain itu, pendingin udara di sini juga tidak terpusat sehingga udara yang ada di dalam Pos PKK tidak berpotensi tersebar di seluruh area bandara.

    "Karena di situ kan ada kemungkinan adanya virus, bakteri, dan sebagainya. Ini AC-nya sudah terpisah, termasuk ada dekontaminasi yang kita sebut dengan HEPA filter," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More