Nasib Miris Nurdin Kakek di Lebak Tinggal Sebatang Kara di Rumah Reyot

- Nurdin, 70 tahun, hidup seorang diri di rumah reyot di Lebak setelah istrinya meninggal empat tahun lalu dan tidak memiliki anak.
- Kondisi rumah Nurdin sangat memprihatinkan dengan atap bocor dan dinding rapuh, membuatnya sering mengungsi ke rumah tetangga saat hujan.
- Warga sekitar membantu sebisanya dan berharap pemerintah segera memberi perhatian agar Nurdin mendapat tempat tinggal serta bantuan sosial yang layak.
Lebak, IDN Times – Nurdin, 70 tahun, warga Kampung Cibuah Kidul, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, menjalani hari tuanya seorang diri di rumah yang kondisinya memprihatinkan.
Rumah yang ditempatinya tampak sudah tidak layak huni. Dinding terlihat rapuh, sebagian atap mengalami kebocoran, dan lantainya masih berupa tanah.
1. Tinggal sendiri sejak istrinya meninggal dunia

Nurdin mengaku, telah hidup seorang diri sejak istrinya meninggal dunia sekitar empat tahun lalu. Pasangan tersebut juga tidak memiliki anak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan dan sesekali menjadi pembaca syekh saat ada kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.
“Sehari-hari ya bekerja di kebun, sekali-kali membaca syekh, itu juga kalau ada yang manggil,” kata Nurdin, Rabu (1/7/2026).
Di tengah keterbatasan fisik karena usia, ia tetap berusaha mandiri sambil mengandalkan bantuan dari warga sekitar.
2. Rumah sering bocor hingga harus mengungsi ke tetangga

Nurdin mengatakan, kondisi rumah yang ditempatinya saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama ketika hujan turun. Menurut dia, air dengan mudah masuk melalui bagian atap yang rusak sehingga membuat rumah tidak nyaman dan dikhawatirkan membahayakan.
“Kalau hujan sering bocor, bahkan saya harus mengungsi ke rumah tetangga karena khawatir rumah ambruk,” ujarnya.
Ia juga mengaku pernah menerima bantuan berupa beras dari pemerintah, namun itu sudah cukup lama dan hingga kini belum kembali menerima bantuan lain.
“Bantuan dulu pernah sekali berupa beras, dan hingga saat ini belum ada lagi bantuan apa pun,” ungkapnya.
3. Warga berharap pemerintah memberi perhatian

Tetangga Nurdin, Mulyani, mengatakan rumah yang ditempati saat ini dibangun secara gotong royong oleh warga setelah rumah sebelumnya roboh. Menurut dia, rumah lama yang berada di belakang lokasi saat ini tidak lagi bisa ditempati karena rusak dan tidak terawat akibat keterbatasan ekonomi.
“Sebelum di sini, rumahnya ada di belakang, tapi sudah roboh. Makanya warga dengan cara bergotong-royong membuatkan rumah buat kakek Nurdin seadanya,” kata Mulyani.
Ia mengatakan, warga sekitar beberapa kali membantu kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari Nurdin.
Mulyani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar Nurdin memperoleh tempat tinggal yang lebih layak serta mendapat akses terhadap program bantuan sosial yang tersedia.
“Harapannya cepat tanggap membantu Bapak Nurdin, apalagi rumahnya sudah tidak layak. Dan untuk mendapat bantuan pun Bapak Nurdin sangat layak di desa seperti PKH dan lain sebagainya,” ujarnya.


















