2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Api TPA Jatiwaringin

- BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT dari Jambi ke Tangerang untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin yang sulit dijangkau armada darat.
- Pemadaman dilakukan gabungan antara helikopter dan armada damkar darat agar api tidak meluas, sementara BNPB menyiapkan opsi modifikasi cuaca jika kondisi memburuk.
- Kebakaran telah melanda sekitar 15 hektare area TPA Jatiwaringin dengan tantangan utama berupa angin kencang, asap pekat, dan tumpukan sampah tinggi yang menyulitkan petugas.
Tangerang, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api di TPA Jatiwaringin. Kedua unit helikopter tersebut mulai beroperasi pada Rabu (1/7/2026) sore dan dilanjutkan pada Kamis (2/7/2026).
Helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 bantuan dari BNPB direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, bantuan pemadaman melalui jalur udara difokuskan pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau armada darat milik BPBD Kabupaten Tangerang.
"Saat ini sedang dilakukan upaya pemadaman melalui jalur udara pada titik yang tidak bisa dijangkau armada BPBD Kabupaten Tangerang. Kami berharap api dapat segera dipadamkan," katanya.
1. Armada damkar juga tetap lakukan penyemprotan air

Di saat yang sama, armada pemadam kebakaran di darat tetap diterjunkan untuk memadamkan api di area yang dapat dijangkau guna mencegah api kian meluas ke bagian lain TPA. Sementara, armada damkar tetap melakukan pemadaman di titik lain.
"Jadi kami melakukan dua upaya sekaligus agar api bisa segera dikendalikan," ujarnya.
2. Jika api terus membesar, BNPB bakal lakukan modifikasi cuaca

Sementara itu, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyebut pihaknya juga menyiapkan opsi modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.
"Kami akan melihat perkembangan situasi. Jika diperlukan, kami akan melakukan modifikasi cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG untuk mengetahui kondisi saat ini," jelasnya.
3. Sudah 15 hektare area TPA Jatiwaringin yang terbakar

Hingga kini, luas area yang terdampak kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai sekitar 15 hektare. Kepungan asap tebal dan gunungan sampah, menjadi tantangan pemadaman api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
"Kesulitan (pemadaman) yang pertama, angin sangat kencang ya. Sehingga menimbulkan asap yang begitu pekat, makanya personil kami kesulitan untuk mendekati ke lokasi titik api," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik.
Lalu kesulitan lainnya, posisi tumpukan atau timbunan sampah yang menyerupai gunung. Sehingga, tidak memungkinkan mobil Damkar menjangkau atau naik ke atas gunungan tersebut.
"Sementara, selang air sudah cukup panjang, tapi karena asap yang pekat, kita juga harus berjaga-jaga, jangan sampai karena asap pekat, jadi tidak terlihat apa-apa," kata Taufik.


















