4 Orang Tewas di Jalan Pasar Kemis, Bupati Tangerang Bilang Begini

- Bupati Tangerang klaim jalan sudah diperbaiki
- Kondisi jalan masih rusak dan hanya ditambal tipis
- Pengguna jalan berharap perbaikan menyeluruh agar tidak menimbulkan korban jiwa
Tangerang, IDN Times — Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang di sejumlah titik diduga menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang, Purbawa, mengatakan penyebab kecelakaan bervariasi, mulai dari faktor kelalaian pengendara hingga kondisi infrastruktur jalan.
“Penyebabnya berbeda-beda, ada yang human error dan ada juga kejadian yang TKP-nya dekat jalan rusak. Adanya jalan rusak juga bisa menjadi faktor penyebab, kami akan koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
1. Ini kata Bupati Maesyal Rasyid

Menanggapi insiden tersebut, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengklaim perbaikan jalan sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Sudah diperbaiki,” kata Maesyal saat dimintai tanggapan.
Ia menyebut perbaikan dilakukan menggunakan anggaran pemeliharaan. “Nanti ditindaklanjuti anggaran berikutnya,” tambahnya singkat.
2. Kondisi jalan tersebut masih rusak dan hanya ditambal tipis

Namun, berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, dan Rajeg itu masih terlihat rusak di sejumlah titik. Lubang dengan kedalaman bervariasi tampak menganga di badan jalan dan dinilai membahayakan pengendara.
Beberapa bagian terlihat hanya ditambal tipis dan tidak merata, sementara di titik lain kerusakan belum tertangani. Saat hujan turun, lubang di jalan bahkan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara.
Fitri (33), salah satu pengguna jalan, mengaku kondisi jalan belum sepenuhnya layak dilintasi. “Kami tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa. “Pengennya benar-benar diperbaiki, bukan cuma ditambal doang. Apalagi tambalannya ini tidak rata, masih banyak lubang,” katanya.


















