Soal BPJS PBI Dinonaktifkan, Wamenkes: Yang Mampu Tolong Bayar!

- Ada 156 juta peserta BPJS yang iurannya dibayarkan pemerintah
- Anggaran BPJS untuk pasien penyakit jantung mencapai Rp17 triliun
- Benjamin mendorong masyarakat untuk rutin cek kesehatan dasar
Tangerang, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus meminta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merasa mampu, agar bisa membayar mandiri iurannya. Hal tersebut agar penerima manfaat BPJS PBI tepat sasaran.
"Sekarang kami kasih waktu 3 bulan untuk reaktivasi supaya bagi yang mampu tolong bayar, yang enggak mampu biar gratis. Itulah tujuannya," kata Benjamin di Kota Tangerang, Sabtu (14/2/2026).
1. Ada 156 juta peserta BPJS yang iurannya dibayarkan pemerintah

Benjamin mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 156 juta peserta BPJS yang iuran per bulannya dibayarkan pemerintah. Dengan rincian, yang ditanggung oleh pemerintah pusat 96,8 juta orang dan pemerintah provinsi dan kabupaten itu sekitar 40-an juta orang.
"Tolong yang 156 juta ini betul-betul untuk orang-orang yang desil 1 sampai 5," kata Benjamin.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, hingga gubernur dan bupati/wali kota untuk bisa melakukan proses reaktivasi BPJS PBI dengan baik dan tepat sasaran.
"Pendataan BPJS ini kami membutuhkan bersama-sama, karena pendataan ini tugasnya gubernur dan bupati-wali kota," jelasnya.
2. Anggaran BPJS untuk pasien penyakit jantung mencapai Rp17 triliun

Sementara itu, Benjamin juga mengungkapkan, saat ini pasien yang menggunakan jaminan BPJS Kesehatan untuk berbagai penyakit kronis cukup memprihatinkan, yakni untuk pasien cuci darah terus meningkat dari tahun ke tahun, dimana yang semula pada 2019 menghabiskan Rp2,3 triliun, pada tahun 2025 naik drastis mencapai Rp10-13 triliun.
"Sedangkan untuk serangan jantung juga sama, kasus jantung ini kemarin menghabiskan Rp17 triliun lebih. Jadi bayangkan mau uang berapa banyak hanya ngobatin orang," ungkap Benjamin.
3. Benjamin mendorong masyarakat untuk rutin cek kesehatan dasar

Untuk itu, Benjamin terus mendorong masyarakat untuk rutin dan sadar untuk melakukan cek kesehatan dasar seperti kolesterol, diabetes, asam urat, hingga tekanan darah. Hal tersebut agar, jika terdeteksi memiliki penyakit metabolik tersebut bisa ditangani sebelum menjadi parah.
"Jadi yang tadi itu, akibat daripada di Indonesia ini orang punya diabetes sama hipertensi itu tidak diobati, maka akibatnya kaget-kaget lho kok kena stroke, cuci darah," jelasnya.
Salah satu yang dilakukan di Kota Tangerang adalah pendirian Posko Kesehatan Merah Putih yang berlokasi di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug. Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengungkapkannya, ditempatkannya posko kesehatan di 2 tempat tersebut agar masyarakat bisa dengan mudah memeriksakan kesehatannya sembari beraktivitas berbelanja.
"Kami ingin sekaligus memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk bisa dan tidak takut mengecek kesehatan secara berkala sehingga bisa mencegah adanya penyakit-penyakit kronis yang baru ketahuan saat sudah parah," tuturnya.
















