Wamenkes Tinjau Pusat Jantung dan Otak di RSUD Kota Tangerang

- Layanan ditanggung BPJS Kesehatan 100 persen
- Pelayanan mempercepat penanganan ke masyarakat kurang mampu
- Pusat jantung dan otak melibatkan dokter dari berbagai spesialis
Tangerang, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus meninjau pelayanan jantung dan otak di RSUD Kota Tangerang, Sabtu (14/2/2026). Diketahui, layanan tersebut baru saja beroperasi pada Desember 2025 lalu sebagai pusat pelayanan penyakit jantung dan stroke di Tangerang.
Wamenkes berkeliling melihat berbagai fasilitas dan pelayanan di RS tersebut. Mulai dari alat MRI, CT-scan, cathlab, dan lain sebagainya. "Dengan adanya fasilitas ini di RSUD Kota Tangerang, tentunya akan bisa memecah pasien di Rumah Sakit Harapan Kita," kata Wamen Benjamin.
1. Layanan itu ditanggung BPJS Kesehatan 100 persen

Benjamin mengungkapkan, masyarakat di Tangerang tidak perlu jauh-jauh ke RS Harapan Kita, Jakarta untuk mendapatkan layanan yang berhubungan dengan penyakit jantung maupun stroke. Pasalnya, di RSUD Kota Tangerang telah memiliki fasilitas yang sama baiknya.
"Maka saya hari ini sangat berbahagia karena diresmikan untuk terapi orang yang sakit jantung maupun stroke di sini. Alat ini kan Cerebrovaskular, jadi baik pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak itu bisa dideteksi lewat Cath Lab ini," katanya.
Selain itu, sama halnya dengan di RS Harapan Kita, pelayanan untuk penyakit-penyakit jantung dan stroke yang membutuhkan penanganan lanjutan di RSUD Kota Tangerang juga 100 persen ditanggung BPJS. Sehingga, fasilitas ini bisa menjadi rujukan untuk masyarakat di sekitar Tangerang.
"Sudah 100 lebih tempat tindakan ini se-Indonesia. Jadi tentu yang paling lengkap RS Harapan Kita, tapi kami bersyukur dong Kota Tangerang hari ini sudah punya dan untuk pasien BPJS 100 persen tidak bayar. Ini kan sangat menolong rakyat," tegasnya.
2. Pelayanan itu bisa mempercepat penanganan ke masyarakat kurang mampu

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin menjelaskan bahwa dengan dibukanya layanan cathlab dan operasi jantung di Kota Tangerang, pasien BPJS yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta akan dapat memperoleh layanan di wilayah sendiri. Langkah ini juga diharapkan dapat mengatasi antrean tindakan kardiovaskular yang selama ini cukup tinggi di rumah sakit rujukan di luar kota.
Dia menilai, setiap warga berhak mendapatkan pelayanan medis yang profesional, tanpa terkendala, jarak, waktu dan biaya. "Seperti yang kita tahu penyakit jantung membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat, maka hadirnya layanan ini yang beroperasi setiap hari selama 24 jam merupakan langkah strategis memberikan pelayanan yang cepat dan merata," tuturnya.
3. Pusat jantung dan otak di RSUD Kota Tangerang melibatkan dokter dari berbagai spesialis

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular, Agoes Kooshartoro menjelaskan bahwa fasilitas yang tersedia di pusat jantung dan otak ini antara lain, Instalasi Kateterisasi Jantung (Cath Lab), Unit Stroke Terpadu (Stroke Unit), Layanan Rehabilitasi Medis, Pemeriksaan penunjang seperti EKG, echocardiography, CT-Scan dan MRI serta Klinik Jantung dan Klinik Saraf Rawat Jalan.
"Ini instalasi pelayanan kardiovaskular, ada kardio dan vaskuler yang melibatkan dokter kardiologi, neurologi, dan vaskuler. Dokter yang melayani sekarang kita sudah 4 yang bisa memakai alat itu. Dibantu tenaga kesehatan 12 orang dan melayani pasien setiap hari," ujarnya.
Layanan itu dibuat agar para pasien tidak perlu rujukan jauh ke rumah sakit nasional sehingga pasien tidak kehilangan golden periode dan bisa ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, untuk pasien rujukan fasilitas kesehatan di Provinsi Banten sudah bisa ditangani di RSUD Kota Tangerang.
"Layanan ini aktif mulai akhir desember sampai hari ini hampir 50 pasien, dan semua dari Kota Tangerang. Fokus kami memang untuk pengguna BPJS, meskipun kami juga menerima pasien umum," kata dia.

















