Cuaca Ekstrem, Pedagang Bunga di Pasar Rawa Belong Gigit Jari

- Bunga terlambat datang membuat penjualan turun
- Stok bunga menurun drastis akibat cuaca ekstrim
- Harga bunga naik karena pengiriman lebih sulit
Jakarta, IDN Times - Cuaca ekstrem yang Indonesia membuat pedagang bunga di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat gigit jari. Pasalnya, cuaca menyebabkan distribusi petani bunga ke pedagang terganggu.
"Apalagi waktu kemarin wilayah Pantura banyak banjir, harusnya bunga datang jam 6 pagi, waktu itu jam 12 siang baru sampe," kata Zhen Rose saat ditemui IDN Times, Senin (9/2/2026).
1. Bunga terlambat datang bikin penjualan turun

Zhen mengungkapkan, bunga yang terlambat datang bisa membuat penjualan di lapaknya ikut turun. Pembeli yang seharusnya mencari bunga tertentu datang pagi hari, tapi stok belum datang.
"Belum lagi kalau musim hujan tuh biasanya kualitas menurun, karena kan terlambat datang terlalu lama di perjalanan biasanya pas turun di sini ada aja bunga yang rusak dan tak layak jual," ungkapnya.
2. Stok bunga ikut menurun akibat cuaca ekstrem

Lantaran hambatan tersebut, stok bunga di lapaknya juga menurun drastis. Biasanya, ia mampu menjual hingga 2 ribu batang per harinya, kini hanya bisa maksimal 1.500 batang.
"Kadang cuma bisa 1.000 batang saja, penjualan sudah pasti menurun," tuturnya.
3. Stok berkurang, harga bunga naik

Selain stok yang berkurang, harga bunga juga kenaikan dari petani. Bukan karena tanaman layu, melainkan membutuhkan penanganan dalam pengiriman lebih baik. Hal tersebut agar bunga tak cepat layu saat proses perjalanan.
"Dari sana kan biasanya sebelum dikirim disemprot obat gitu agar tidak cepat layu, tapi ternyata kesiram hujan jadi harus diulang lagi jadi kan pengeluaran mereka dua kali lipat, ketika masuk ke sini harganya ikut naik karena resiko saat hujan juga lebih banyak," ungkapnya.
Ia berharap, cuaca ekstrem bisa segera usai sehingga penjualan dan stok kembali normal agar pedagang di pasar yang sudah berdiri sejak 1989 tersebut bisa terus ramai pembeli.
"Meskipun sekarang itu enggak seramai sebelum COVID, tapi semoga bisa terus bertahan," tuturnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Edi (37) mengaku hal yang sama. Ia mengungkapkan, saat musik hujan terdapat beberapa jenis bunga yang mudah layu dan berubah warna.
"Seperti bunga aster, itu kalau kena air hujan lebih gampang hitam, jadi kan kurang bagus," jelasnya.
Meski begitu, ia memastikan harga bunga di lapaknya tak naik terlalu signifikan. Kenaikan harga pada rentang yang normal yakni Rp5-10 ribu saja.
"Sebenarnya biasa saja, cuma memang yang biasanya bunga datang 1 minggu 2 kali sekarang jadi 1 minggu sekali," jelasnya.

















