MUI Lebak Usul MBG Dibagikan Jelang Berbuka Puasa Selama Ramadan

- MUI Lebak usul penyaluran MBG di luar jam sekolah agar tidak mengganggu anak-anak yang sedang belajar berpuasa
- Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan bentuk menu yang lebih tahan lama
- Koordinator BGN khawatir jika MBG tak disalurkan di jam sekolah, namun akan tetap menyalurkan sesuai jadwal biasanya
Lebak, IDN Times — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengusulkan agar penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
Perwakilan MUI Lebak, Kiai Bukhori menyebut, pembagian makanan sebaiknya dilakukan di luar jam sekolah agar tidak mengganggu anak-anak yang sedang belajar berpuasa.
“Kalau bisa MBG-nya di luar jam sekolah, artinya pada sore hari jadi mendekati waktu berbuka puasa,” kata Bukhori, Minggu (15/2/2025).
1. MUI khawatir anak-anak jadi tidak puasa

Ia mengaku khawatir jika MBG tetap dibagikan pada pagi atau menjelang siang hari, siswa terutama tingkat sekolah dasar berpotensi langsung mengonsumsi makanan tersebut.
“Namanya anak kecil kalau dikasih roti tidak menutup kemungkinan dia langsung makan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan dan akan dimulai pada 23 Februari 2026. Namun, bentuk menu akan disesuaikan agar lebih tahan lama hingga waktu berbuka.
“Tetap berjalan normal, hanya saja bentuk menunya berbeda karena dikhususkan memiliki daya tahan lebih awet agar bisa dimakan pada saat waktu berbuka puasa tanpa mengurangi nilai gizi dan berdampak buruk bagi kesehatan,” jelas Asep.
2. Koordinator BGN khawatir jika MBG tak disalurkan tidak di jam sekolah

Meski ada masukan agar distribusi dilakukan di luar jam sekolah, Asep mengatakan pihaknya mengikuti arahan BGN untuk tetap menyalurkan MBG sesuai jadwal biasanya. Menurutnya, penyaluran di luar jam pelajaran berpotensi menyulitkan karena siswa atau orang tua harus kembali ke sekolah hanya untuk mengambil makanan.
“Pertimbangan BGN kalau dilakukan di luar jam pelajaran akan menyulitkan karena harus mengarahkan orang tua atau siswa untuk datang kembali hanya mengambil MBG. Jadi disiasati hanya pada menunya saja yang memang awet sampai waktu berbuka,” ungkapnya.

















