Arus Mudik Jawa-Sumatra Diprediksi Padat, Armada Kapal Ditambah

- Kapal ditambah di Pelabuhan alternatif
- Pengawasan real time selama puncak mudik
- Pemudik Sumatra menumpuk di penyeberangan wilayah Banten
Serang, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan penambahan armada kapal penyeberangan pada periode Angkutan Mudik Lebaran 2026 di sejumlah pelabuhan di Provinsi Banten. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan menuju Sumatra melalui jalur penyeberangan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2025 menjadi dasar peningkatan layanan tahun ini, terutama melalui pemantauan operasional pelabuhan secara intensif.
“Berdasarkan evaluasi tahun 2025, kami melakukan monitoring per jam, bahkan 24 jam, di seluruh titik pelabuhan agar tidak terjadi antrean cukup besar sampai keluar pelabuhan,” kata Dudy di Kota Serang, Senin (16/2/2026).
1. Kapal ditambah di Pelabuhan alternatif

Penambahan kapal difokuskan di pelabuhan alternatif guna mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat di satu lokasi utama. Pemerintah menargetkan kapasitas layanan meningkat saat periode puncak mudik.
Menurut Dudy, sedikitnya 10 hingga 12 kapal akan disiagakan di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya dan Pelabuhan Ciwandan untuk membantu mengurai kepadatan.
“Sekarang ini kami akan menyediakan minimal 10 sampai 12 kapal di Pelabuhan BBJ maupun Pelabuhan Ciwandan, sehingga alur kendaraan yang melewati pelabuhan bisa diatur dengan baik,” katanya.
2. Pengawasan real time selama puncak mudik

Selain penambahan armada, pengawasan operasional juga dilakukan secara real time untuk memastikan proses sandar serta bongkar muat berjalan lancar. Pengaturan ini diharapkan membuat kapasitas pelabuhan termanfaatkan optimal dan antrean kendaraan tidak meluas hingga ke akses jalan utama.
"Pemerintah menargetkan waktu tunggu kendaraan bisa ditekan dan potensi kemacetan panjang di jalur menuju pelabuhan penyeberangan wilayah Banten dapat dicegah selama arus mudik Lebaran 2026," katanya.
3. Pemudik Sumatra menumpuk di penyeberangan wilayah Banten

Menurut Dudy, arus mudik ke arah timur Pulau Jawa cenderung terpecah ke berbagai kota tujuan. Sebaliknya, arus kendaraan dari Jabodetabek menuju Sumatra terkonsentrasi di jalur penyeberangan Banten.
Pemerintah berharap skema penambahan kapal dan pembagian pelabuhan tersebut mampu memangkas waktu tunggu kendaraan serta mencegah kemacetan panjang di jalur menuju pelabuhan penyeberangan selama Mudik Lebaran
“Kalau dari 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju Merak, maka itu akan tetap 1.000 ke titik yang sama. Inilah tugas kami untuk mengurai arus tersebut karena tujuan akhirnya semua masih ke Pulau Sumatra,” katanya.

















