Serang, IDN Times — Puluhan perlintasan sebidang kereta api di Provinsi Banten masih belum dilengkapi palang pintu dan penjagaan. Tercatat ada 45 titik dinilai rawan kecelakaan, seiring meningkatnya aktivitas kendaraan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengatakan kondisi ini dipicu oleh perkembangan wilayah, terutama pelebaran jalan akibat pembangunan permukiman.
“Rata-rata awalnya jalan lebarnya sekitar 3 meter, kemudian melebar karena adanya perumahan baru. Sekarang lalu lintasnya jadi semakin ramai,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
45 Perlintasan Tanpa Palang di Banten, Terbanyak di Kota Serang

1. Perlintasan tanpa palang pintu terbanyak di Kota Serang
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian tahun 2025, terdapat 148 perlintasan sebidang di Banten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 titik sudah dilengkapi penjagaan oleh PT KAI, pemerintah daerah, swadaya masyarakat, maupun pihak swasta.
"Adapun sebaran perlintasan tanpa penjagaan terbanyak berada di Kota Serang dengan 18 titik, disusul Kota Cilegon 14 titik, Kabupaten Lebak 8 titik, serta Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masing-masing 4 titik," katanya.
2. Usulan ada dari kabupaten kota, tapi anggaran terbatas
Tri mengungkapkan, Pemerintah Kota Serang telah mengajukan permohonan pemasangan palang pintu kepada Pemerintah Provinsi Banten. Usulan serupa juga sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Kota Cilegon.
"Namun masih keterbatasan anggaran yang ada," katanya.
3. Sementara baru pasang rambu-rambu dan sediakan relawan
Sebagai langkah sementara, pemerintah daerah bersama masyarakat memasang rambu peringatan serta menyiagakan relawan di sejumlah titik rawan.
Sementara itu, untuk perlintasan yang menjadi kewenangan provinsi, sebanyak 24 titik telah dilengkapi palang pintu dan dijaga petugas. “Untuk tahun ini, Dishub Banten masih fokus pada pemeliharaan peralatan pintu perlintasan, sambil terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait penambahan fasilitas,” kata Tri.