Anggota DPR RI Minta Maskapai Patuhi Aturan Keterlambatan Pesawat

- Maskapai diminta mematuhi aturan UU Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan
- Pengelola bandara diminta meningkatkan produktivitas kebandaraan, optimalisasi kapasitas daya tampung pesawat, dan pemanfaatan 3 runway
- Angkasa Pura diminta memaksimalkan areal tanah yang luasnya hampir 3 kali lipat Bandara Heathrow untuk difungsikan sebagai lahan produktif
Tangerang, IDN Times - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono meminta maskapai untuk mematuhi aturan Undang-Undang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal Penumpang Angkutan Udara. Salah satu yang paling sering dilanggar adalah aturan-aturan keterlambatan pesawat serta layanan minimum di pesawat.
"Seperti AC tidak dingin, kamar mandi tidak ada air, air sickness bag yang tidak pernah dipasang. Ini adalah suatu pelanggaran undang-undang," ujar Bambang usai tinjauan di Bandara Soetta, Senin (21/10/2024).
1. Produktivitas kebandaraan juga harus ditingkatkan

Selain itu, Bambang juga meminta pengelola bandara untuk meningkatkan produktivitas kebandaraan, mulai dari optimalisasi kapasitas daya tampung pesawat yang akan mendapat dan tinggal landas. "Terutama pemanfaatkan 3 runway, sekaligus untuk pendaratan pesawat," ungkapnya.
Saat ini, menurut Bambang, utilitas runway masih kecil, yakni Runway 1 sebesar 38 persen, runway 2 sebesar 45 persen, dan runway 3 sebesar 20 persen. Saat ini, imbuhnya, pesawat masih harus menunggu di udara atau holding sehingga menyebabkan waktu pendaratan tak tepat waktu.
"Harusnya hal ini tidak boleh menunggu di udara yang akhirnya membahayakan keselamatan penerbangan selama holding, menghabiskan bahan bakar dan juga image penumpang juga kurang baik karena mengakibatkan menjadi lebih lama dari sisi perjalanan," jelasnya.
2. Bambang juga minta kapasitas apron di Bandara Soetta

Bambang juga meminta, Angkasa Pura untuk bisa memaksimalkan areal tanah yang luasnya 2.800 hektare atau hampir 3 kali lipat bandara terpadat di dunia yaitu Bandara Heathrow untuk difungsikan sebagai lahan produktif dan meningkatkan kapasitas pesawat, penumpang, dan logistik atau barang.
"Karena apron saat ini juga sudah overload, juga terminal yang bisa diintegrasikan antara terminal 1,2,3 dimaksimalkan operasional LRT yg saat ini frekuensinya sangat kurang," tuturnya.
3. Bambang juga menyoroti bangkai pesawat di Bandara Soetta

Selain itu, Bambang juga menyoroti masalah bangkai pesawat yang dia nilai banyak. Pemandangan itu dinilai akan membuat seakan mesin-mesin pesawat di Indonesia bekas pakai sehingga dikhawatirkan hal itu memengaruhi citra penerbangan di Indonesia seakan tidak aman.
Bangkai pesawat itu, menurut dia, perlu dibersihkan. "Caranya, pemerintah tegas mengeluarkan aturan atau regulasi dan membatasi pesawat untuk parkir dalam sekian bulan yang ditetapkan," tuturnya.


















