Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Angka Kemiskinan Ekstrem di Banten Capai 156 Ribu Orang

Angka Kemiskinan Ekstrem di Banten Capai 156 Ribu Orang
Ilustrasi warga miskin kota menarik gerobak bersama dua anaknya (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Share Article

Serang, IDN Times - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Mahdani mengatakan, jumlah warga miskin ekstrem di wilayahnya mencapai 156 ribu orang. Sementara total jumlah warga miskin Banten per awal 2023 mencapai 829.660 orang. 

Mahdani menuturkan, saat ini Pemprov Banten tengah fokus menggalakkan program pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting atau pengkerdilan pada anak. 

"(Angka miskin ekstrem) target nasional 2024 harus nol.  Kalau stunting 2024, harus 14 persen," kata Mahdani saat dikonfirmasi, Kamis (16/2/2023).

1. Angka tertinggi masih berada di Pandeglang

Tren dan target penurunan stunting di Indonesia (IDN Times/M Shakti)
Tren dan target penurunan stunting di Indonesia (IDN Times/M Shakti)

Mahdani menyebut Kabupaten Pandeglang masih menjadi daerah penyumbang tertinggi angka kemiskinan ekstrem di Banten. Hal tersebut dihitung dari persentase angka miskin ekstrem dan jumlah penduduk di Kabupaten Pandeglang.

"Paling tinggi, kalau lihat persentase Pandeglang kalau jumlah orang lebih banyak (miskin ekstrem) di Kabupaten Tangerang," katanya.

2. Penanganan miskin ekstrem dan stunting bakal jadi prioritas

Sumber Gambar: data.go.id
Sumber Gambar: data.go.id

Dia mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah diarahkan untuk fokus menangani masalah kemiskinan ekstrem dan kasus stunting sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) misalnya diminta memprioritaskan program padat karya agar menyerap tenaga kerja lebih banyak sehingga memberi kesempatan bekerja bagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem.

Selain itu, Pemprov Banten pun akan menggulirkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak miskin ekstrem dan penderita stunting.

"Kita sedang olah data by name  by address per desa atau per kelurahan, angka miskin ekstrem dan stunting," katanya.

3. Mahdani sebut stunting lahir dari adanya kemiskinan ekstrem

Faktor penyebab stunting pada anak (IDN Times/M Shakti)
Faktor penyebab stunting pada anak (IDN Times/M Shakti)

Penanganan miskin ekstrem dan stunting harus beriringan, karena menurutnya kemiskinan menjadi salah sat faktor munculnya balita dengan kondisi stunting. Dengan demikian, penanganan keduanya tidak bisa dipisahkan.

"Berapa yang stunting dan berapa kemiskinan ekstrem. Bisa saja yang stunting ini dari keluarga yang miskin ekstrem," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Ita Lismawati F Malau
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Anggota DPRD Lebak Kunker ke Bali, Apa Kegiatannya?

26 Jun 2026, 18:21 WIBNews