Banjir di Serang Belum Sepenuhnya Surut, 84 Warga Masih Mengungsi

- Sebanyak 84 warga masih mengungsi akibat banjir yang belum sepenuhnya surut di Kota Serang, dengan total terdampak mencapai 6.763 jiwa atau sekitar 2.223 kepala keluarga.
- Lingkungan Manggerong di Kecamatan Kasemen menjadi wilayah terparah, air setinggi 100 cm merendam rumah dan fasilitas publik seperti puskesmas serta pondok pesantren.
- Cuaca ekstrem juga menyebabkan empat rumah roboh di Kecamatan Serang dan Walantaka, sementara BPBD terus siaga melakukan evakuasi dan pemantauan kondisi air.
Serang, IDN Times — Sebanyak 84 warga masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah Kota Serang, Banten, khususnya di Kecamatan Kasemen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, hingga saat ini total warga terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 6.763 jiwa atau sekitar 2.223 kepala keluarga (KK).
“Kondisi terkini menunjukkan tren surut di beberapa titik seperti di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Namun di Kecamatan Kasemen air masih menggenangi pemukiman warga,” kata Diat, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (9/3/2026).
1. Lingkungan Manggerong jadi wilayah terdampak terparah

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), wilayah yang paling parah terdampak banjir berada di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen.
Di kawasan tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 100 centimeter (cm) sehingga 22 kepala keluarga atau 84 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang didirikan petugas.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas publik penting di wilayah tersebut. Di antaranya Puskesmas Kasemen serta Pondok Pesantren Mirbath Syaja’ah Al Akhyar.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat terdapat sekitar 20 titik kejadian banjir yang merendam sedikitnya 528 rumah warga di empat kecamatan di Kota Serang.
2. Rumah warga roboh diterjang cuaca ekstrem

Diat menambahkan, cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir juga menyebabkan empat rumah warga roboh di Kecamatan Serang dan Walantaka. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian dapur dan ruang tamu akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Saat ini, petugas BPBD masih disiagakan di lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pemantauan debit air, serta pendataan lanjutan. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air sungai dan mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta call center BPBD Kota Serang.

















