Cegah Penyebaran Flu Burung, Dinkes Tangerang Bentuk TGC

Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiapkan Tim Gerak Cepat (TGC) guna mengantisipasi dan mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit menular flu burung clade baru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Sumihar Sihaloho mengatakan, pembentukan TGC bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran penyakit Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) Sub Type H5N1.
"Kita akan mengintensifkan tim surveilans dan tim gerak cepat, terutama dalam mendeteksi sinyal epidemilogi di lapangan," ujar Sumihar dikutip dari kantor berita ANTARA, Rabu (8/3/2023).
1. Rumah sakit milik Kabupaten Tangerang disiapkan

Sumihar mengatakan, mitigasi penyakit menular dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait kewaspadaan peningkatan kasus HPAI yang bersifat zoonosis.
Selain itu pihaknya akan kembali mengaktifkan Partisipatory Disease Surveilans dan Respon (PDSR) dengan menelusuri dan merespons jika ada laporan ditemukan kasus yang mengarah kepada flu burung tersebut.
Selanjutnya Dinkes Kabupaten Tangerang melakukan kesiapsiagaan dari sisi klinis fasilitas kesehatan, termasuk di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga organisasi profesi terkait kesehatan.
"Sejumlah fasilitas kesehatan disiagakan untuk penatalaksanaan kasus suspek flu burung sesuai dengan pedoman yang berlaku. Meningkatkan kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan suspek," katanya.
2. Kasus flu burung belum terdeteksi di Kabupaten Tangerang

Hingga saat ini, kata dia, kasus flu burung clade baru masih belum terdeteksi di Tangerang. Meski demikian, pihaknya tetap perlu melaksanakan mitigasi komprehensif.
"Kami terus pantau dan koordinasi terkait perkembangan kasus ini," ujarnya.
3. Masyarakat diimbau berperilaku hidup bersih

Sumihar mengimbau, masyarakat agar selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian pihaknya meminta melaporkan kepada petugas kesehatan setempat bila ada kematian unggas secara mendadak dalam jumlah yang banyak.
"Apabila masyarakat mengalami gejala flu burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko, silakan melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dia.



















