Perang Iran-AS, Harga Kresek Plastik di Rangkasbitung Naik 50 Persen

- Harga kantong plastik di Pasar Rangkasbitung naik hingga 50 persen, dari Rp50 ribu menjadi Rp75 ribu per ikat, membuat pedagang mengeluh karena kenaikan dianggap terlalu drastis.
- Pedagang seperti Enjang tidak bisa membebankan kenaikan harga plastik kepada pelanggan agar pembeli tidak kabur, sehingga biaya tambahan ditanggung sendiri oleh penjual.
- Kenaikan harga juga terjadi pada styrofoam, gelas cup, dan bahan plastik lain yang digunakan UMKM, membuat pelaku usaha seperti Maningrum mengalami penurunan keuntungan.
Lebak, IDN Times - Pedagang di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik kresek yang dinilai terlalu drastis. Enjang, salah satu pedagang cabai menyebut, kenaikan harga kantong kresek plastik hingga mencapai 50 persen.
Sebelumnya, dia membeli kantong kresek seharga Rp50 ribu per ikat, kini harganya di angka Rp75 ribu per ikat. "Naiknya tinggi, katanya gara-gara Trump yah (agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran)," kata Enjang, Senin (6/4/2026).
1. Pedagang tak bisa membebankan kenaikan kresek plastik ke pelanggan

Enjang menyebut, meski harga kresek plastik naik tinggi, pihaknya tak bisa membebankan kenaikan harga tersebut kepada pelanggannya.
"Tetap gratis kalau plastik, kalau plastik bayar, kan nanti (pelanggan) kabur," ungkapnya.
Pantauan IDN Times, kenaikan harga tak hanya terjadi pada kresek plastik, tetapi juga styrofoam untuk kemasan makanan, gelas cup dan barang berbahan plastik lain yang digunakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
2. Sejumlah barang berbahan plastik yang digunakan UMKM mengalami kenaikan

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga yang juga pelaku UMKM di Maja bernama Maningrum juga mengeluhkan persoalan yang sama. Beberapa penjual bahan baku di pasar seperti komoditas bawang mulai menerapkan biaya tambahan per satu kresek plastik.
"Di sini misal saya dagang dimsum kan, beli ayam potong belanja banyak plastiknya banyak nah plastiknya harganya Rp500 terus beli bawang ada yang sudah Rp1000 per kresek," ungkapnya.
Menurutnya, meski terdengar murah, tambahan biaya pada modal dagangannya turut mempengaruhi pendapatan atau harga jual yang akan ia berlakukan. "Ya kecil, tapi kan tetap bikin boncos (keuntungan berkurang) kalau naikin harga kasihan yang mau beli," kata dia.


















