17 Titik Banjir di Tangsel Berpindah, Wakil Wali Kota Siapkan Evaluasi

- BPBD Tangsel mencatat 17 titik banjir berpindah lokasi, mayoritas di kawasan perumahan dengan genangan akibat luapan drainase dan kali setelah hujan berintensitas tinggi.
- Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan akan memanggil dinas terkait untuk evaluasi penyebab banjir serta menyiapkan langkah normalisasi drainase dan sungai.
- Pemerintah Tangsel mengkaji pergeseran anggaran guna memperbaiki infrastruktur pengendali banjir setelah data penyebab teridentifikasi secara menyeluruh.
Tangerang Selatan, IDN Times - Titik-titik banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan berpindah lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat hingga Sabtu (5/4/2026) pukul 20.45 WIB terdapat 17 titik banjir yang didominasi kawasan perumahan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya akan segera memanggil dinas terkait untuk mengevaluasi penyebab banjir yang terus berulang. “Misalkan kalau di situ ada drainase yang tertutup atau perlu normalisasi, ya itu yang harus kita lakukan segera,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
1. Pilar minta pergeseran anggaran untuk penanganan

Ia mengaku telah meminta Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahyo, untuk mengkaji kemungkinan pergeseran anggaran guna normalisasi sungai maupun kali.
Menurut Pilar, perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan akan segera dianggarkan setelah data penyebab banjir teridentifikasi secara menyeluruh. “Saya harus dapatkan datanya dulu. Ini kan asumsi ya,” katanya.
2. Sejumlah titik banjir

Salah satu titik banjir terjadi di Jalan Raya Ceger, Kecamatan Pondok Aren, yang hingga Minggu pagi belum juga surut. Ruas jalan penghubung ke Jakarta Selatan itu kembali terendam akibat luapan drainase dan kali.
Sebelumnya, banjir setinggi 70 centimeter (cm) juga merendam Perumahan Taman Crisyan 2 Kencana Loka, Ciater, BSD, Serpong. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak genangan air dari luapan aliran Kali Ciater dan tandon.
Komandan Peleton Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, menyebut intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama meluapnya aliran air di kawasan tersebut. “Intensitas hujan lebat menyebabkan aliran Kali Ciater meluap dan membanjiri perumahan warga,” ujarnya.
Luapan tersebut juga berdampak ke Perumahan Green Harmoni Kencana Loka, meski genangan setinggi 25 cm dilaporkan mulai surut. Sementara di Serpong Jaya, ketinggian air sempat mencapai 40 cm sebelum berangsur surut.
Banjir juga menggenangi Perumahan Serpong Terrace, Kelurahan Buaran, dengan ketinggian sekitar 35 cm dan berdampak pada 50 kepala keluarga. Hingga malam hari, genangan masih terjadi akibat buruknya sistem drainase.
Di sisi lain, sejumlah kawasan yang biasanya menjadi langganan banjir di wilayah Jurangmangu dan Pondok Kacang, Kecamatan Pondok Aren, dilaporkan justru bebas banjir pada akhir pekan kemarin, seperti Pondok Maharta dan Kaveling Bulak.


















