Bupati Tangerang Bakal Berikan Tempat Permanen untuk Jemaat Tesalonika

- Bupati Tangerang Maesyal Rasyid berjanji mencarikan lokasi ibadah permanen bagi Jemaat Tesalonika sesuai aturan dan persetujuan masyarakat, termasuk opsi lahan fasos-fasum atau ruko sekitar Teluknaga.
- Pemerintah Kabupaten Tangerang memfasilitasi ibadah Paskah jemaat di Aula Lama Kecamatan Teluknaga sambil menambah fasilitas pendukung serta menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh umat beragama.
- Pendeta Michael Siahaan mengapresiasi perhatian pemerintah dan berharap tempat ibadah permanen segera terwujud agar jemaat dapat beribadah dengan tenang dan layak.
Tangerang, IDN Times - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menanggapi perihal polemik penggerudukan massa dan penyegelan rumah doa Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Maesyal memastikan, pihaknya akan mencarikan lokasi tempat ibadah permanen yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mendapat persetujuan masyarakat.
“Kami akan upayakan solusi permanen, baik melalui lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) maupun alternatif lain seperti ruko di sekitar wilayah Teluknaga, sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya saat menghadiri pelaksanaan Ibadah Paskah jemaat Tesalonika, Minggu (5/4/2026).
1. Jemaat Tesalonika diminta beribadah Paskah di Aula Lama Kecamatan Teluknaga

Untuk sementara, Maesyal mengungkapkan, para jemaat difasilitasi untuk beribadah Paskah di Aula Lama Kantor Kecamatan Teluknaga. Ia yang ikut hadir dan memantau pelaksanaan ibadah umat kristiani tersebut pun memastikan pelaksanaan ibadah tak terganggu.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak membeda-bedakan agama. Kami memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, nyaman, dan tenang," kata Maesyal.
Perihal keluhan mengenai fasilitas dari aula yang tak ramah disabilitas, Maesyal memastikan bakal penambahan fasilitas pendukung seperti toilet, pendingin ruangan (AC), kursi, serta sarana lainnya.
“Kami pastikan keamanannya. Tidak akan ada gangguan dari pihak manapun. Jemaat dapat beribadah dengan tenang,” tegasnya.
2. Maesyal menyebut polemik penggerudukan massa hanya miskomunikasi

Perihal adanya massa yang mendatangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonik usai pelaksanaan ibadah Jumat Agung, Maesyal menyebut hal tersebut merupakan miskomunikasi antar kelompok masyarakat, bukan bentuk intoleransi beragama.
"Kabupaten Tangerang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Siapa pun dan di mana pun selama berada di wilayah Kabupaten Tangerang, kami akan hadir memberikan perlindungan tanpa membedakan kelompok atau latar belakang," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama TNI-Polri merupakan bentuk komitmen nyata untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Dalam suasana Idulfitri ini, kami bersama Forkopimda menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Kami menyadari sebagai manusia tentu tidak luput dari khilaf, baik dalam sikap, ucapan, maupun pelayanan,” ujarnya.
Maesyal juga mempersilakan jemaat untuk memanfaatkan Aula Lama Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak terkait lainnya
“Silakan gunakan tempat ini untuk beribadah, baik ibadah rutin maupun perayaan hari besar seperti Paskah dan Natal, selama tidak ada kegiatan lain. Yang penting tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” imbuhnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah.
“Jika ada hal yang perlu dirundingkan, mari kita bicarakan bersama. Kami terbuka dan siap mencarikan solusi terbaik. Mari kita jaga Kabupaten Tangerang tetap kondusif,” pesannya.
3. Jemaat Tesalonika berharap tempat ibadah permanen bisa segera terealisasi

Gembala Jemaat POUK Tesalonika, Pendeta Michael Siahaan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati, Dandim, dan Kapolres yang telah mendengarkan kebutuhan kami. Ini menjadi jawaban atas kerinduan kami untuk dapat beribadah dengan tenang dan layak,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa jemaat akan mulai kembali beribadah di aula Kantor Kecamatan Teluknaga lama dengan rasa aman karena telah ada jaminan dari pemerintah dan aparat keamanan.
“Kami merasa tenang karena ada jaminan keamanan. Kami juga berharap ke depan dapat memiliki tempat ibadah yang permanen,” tambahnya.



















