Dampak Banjir, 178,5 Hektare Sawah di Banten Gagal Panen

- 178,5 hektare sawah di Banten mengalami puso atau gagal panen
- Persawahan terendam terluas berada di Kabupaten Pandeglang
- Angka puso awal tahun 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya
Serang, IDN Times – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten sejak akhir 2025 berdampak serius terhadap sektor pertanian. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat ratusan hektare (ha) lahan persawahan terendam, bahkan sebagian di antaranya mengalami puso atau gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, hingga 2 Januari 2026 tercatat 2.093 ha lahan sawah di empat kabupaten dan satu kota terdampak banjir. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang, serta Kota Serang.
“Banjir di akhir 2025 ini melanda 29 kecamatan dan 79 desa di lima kabupaten/kota,” kata Agus, Rabu (7/1/2026).
1. Dari 444 ha yang sudah surut, 178 ha puso

Meski sebagian genangan mulai surut, Agus mengakui kerusakan lahan pertanian tidak dapat dihindari. Dari total lahan yang terendam, sekitar 444 ha sudah mulai kering, namun 178,5 ha dinyatakan puso atau gagal panen total.
Menurutnya, banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap dan aliran air tersumbat di sejumlah titik, sehingga merendam persawahan dalam waktu cukup lama.
“Intensitas hujan yang sangat tinggi membuat sungai meluap dan saluran air tersumbat,” katanya.
2. Persawagan paling luas terendam banjir berada di Pandeglang

Berdasarkan data Distan Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah dengan lahan terendam terluas, mencapai 880 ha, dengan luas puso 21 ha. Sementara itu, Kabupaten Serang mencatat angka gagal panen tertinggi, yakni 101 ha dari total 760 ha lahan terdampak.
Adapun Kabupaten Lebak mengalami banjir di lahan seluas 133 ha, dengan 50 ha di antaranya puso. Kabupaten Tangerang mencatat lahan terdampak seluas 124,5 ha dengan puso 6,5 ha. Sementara Kota Serang mengalami genangan di 195,5 ha lahan sawah, namun tidak ada laporan gagal panen.
“Yang paling tinggi mengalami puso berada di Kabupaten Serang,” kata Agus.
3. Angka puso awal tahun 2026 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya

Agus menyebut, angka puso pada awal 2026 ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya karena cakupan banjir yang lebih luas. Meski demikian, ia menilai dampak banjir terhadap sektor pertanian di Banten masih relatif moderat dibandingkan beberapa provinsi lain secara nasional.
“Tahun ini memang lebih tinggi, tapi secara nasional dampaknya masih tergolong moderat,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Distan Provinsi Banten telah menyiapkan cadangan benih daerah (CPD) sebanyak lima ton untuk petani terdampak. Bantuan akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sesuai arahan Gubernur, kami siap menyalurkan bantuan benih. Jika kebutuhan melebihi stok, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.


















