Serang, IDN Times - Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banten harus mengembalikan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada supplier setelah distribusi makanan dihentikan selama tiga hari karena penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Bahan makanan yang telanjur dibeli dikembalikan untuk mencegah kerusakan dan pemborosan selama aktivitas belajar di sekolah dihentikan sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Banten Asep Rohiyan mengatakan, penghentian distribusi MBG membuat pengelolaan bahan baku di dapur SPPG harus disesuaikan. BGN mengarahkan bahan yang masih memungkinkan untuk dikembalikan kepada supplier.
"Untuk bahan baku memang betul ada penyesuaian khusus karena force majeure. Bahan baku yang bisa diretur dikembalikan ke supplier, artinya di-refund sehingga bahan baku tidak terlantar dan mubazir," kata Asep saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).
Dapur SPPG Banten Kembalikan Bahan MBG ke Supplier Selama PJJ
1. Bahan MBG yang telanjur dibeli tak dibiarkan mubazir
Menurut Asep, proses pengembalian bahan dilakukan melalui koordinasi langsung antara SPPG dan supplier. Ia menegaskan kondisi tersebut terjadi karena penghentian distribusi MBG merupakan kebijakan khusus yang tidak dapat dihindari akibat situasi erupsi GAK.
"Kalau kerugian secara langsung tidak ya, tapi memang perlu ada koordinasi langsung dengan supplier terkait kondisi yang tidak bisa dihindari," ujarnya.
Namun tak seluruh bahan makanan dikembalikan, sebagian bahan yang sudah tersedia di dapur SPPG dimanfaatkan dengan disalurkan kepada masyarakat. Asep menyebut pihaknya menerima laporan adanya SPPG yang membagikan bahan makanan ke panti asuhan hingga pondok pesantren. Penyaluran tersebut, kata Asep, tetap harus dilengkapi berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban SPPG.
"Kami juga terima laporan dari rekan SPPG ada yang membagikan ke masyarakat, panti asuhan, pondok pesantren agar tidak mubazir," katanya.
2. Distribusi MBG dihentikan selama tiga hari
Penghentian distribusi MBG berlaku selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026. Kebijakan tersebut diterapkan BGN untuk wilayah yang terdampak erupsi GAK dan menerapkan PJJ.
"Bukan hanya Banten saja. BGN menerapkan kebijakan khusus untuk wilayah terdampak seperti di Lampung dan sebagian wilayah Jawa Barat juga menerapkan PJJ yang artinya ini berpengaruh ke pendistribusian MBG," kata Asep.
Ia menjelaskan distribusi MBG mengikuti aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ketika siswa tidak melakukan pembelajaran tatap muka, makanan MBG tidak didistribusikan. "Di mana pendistribusian MBG mengikuti aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jadi apabila tidak ada aktivitas siswa maka MBG tidak diberikan," ujarnya.
Penghentian distribusi juga berlaku bagi kelompok penerima manfaat lainnya, termasuk anak tidak sekolah serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Mengingat rambu-rambu bahaya dari pemerintah setempat tidak menyarankan MBG karena khawatir ada risiko kesehatan yang mengganggu penerima manfaat," tuturnya. Selama distribusi dihentikan, aktivitas dapur SPPG dialihkan untuk menjaga fasilitas dan membersihkan dapur.
"Aktivitas di SPPG yang seharusnya melakukan pendistribusian jadi berfokus pada penjagaan fasilitas dan kebersihan dapur karena pasti kotor juga, jadi dibersihkan di luar maupun di dalamnya," kata dia.
3. BGN masih hitung penerima manfaat terdampak
Asep belum dapat memastikan jumlah penerima manfaat MBG di Banten yang terdampak penghentian distribusi selama tiga hari. BGN masih melakukan akumulasi data lantaran terdapat penyesuaian penerima manfaat dan sejumlah dapur SPPG yang masih dalam masa suspend operasional.
"Kami masih akumulasi (data total penerima manfaat) karena ada penyesuaian terkait suspend (SPPG)," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengalihkan pembelajaran jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi PJJ selama tiga hari. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dindikbud Banten Nomor T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Surat edaran yang ditandatangani Kepala Dindikbud Banten Jamaluddin itu menyebut sebaran abu vulkanik GAK menjalar hingga sejumlah wilayah di Banten. PJJ diberlakukan pada 7-9 September 2026 sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi GAK.
"Seluruh Satuan Pendidikan jenjang SMA, SMK, SKh Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah selama tiga hari," demikian bunyi surat edaran tersebut.
Curated For You
- Sekolah di Tangerang PJJ 3 Hari, Distribusi MBG Dialihkan ke Penerima Lainnya 08 Sep 2026, 07:36 WIB
- Bersih dan Aman dari Abu Vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Lagi08 Sep 2026, 06:02 WIB