Diduga Terlilit Utang, Pria di Kibin Serang Ditemukan Meninggal

- Muhammad (35) warga Desa Ketos, Kibin, Serang ditemukan meninggal di rumahnya pada Senin pagi setelah pertama kali diketahui oleh adik iparnya.
- Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Hasil penyelidikan awal menunjukkan korban diduga mengakhiri hidup karena terlilit utang, sementara motif pasti masih dalam proses pendalaman pihak kepolisian.
Serang, IDN Times - Seorang pria bernama Muhammad (35), warga Kampung Kedaleman, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Senin (18/5/2026). Korban diduga mengakhiri hidup karena terlilit utang.
1. Korban pertama kali ditemukan oleh adik ipar sudah tak bernyawa

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh adik ipar korban, Amanullah (20), saat hendak masuk ke kamar mandi.
Kapolsek Cikande, AKP Fredo Leonard Sirait, mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima informasi dari warga, anggota Polsek Cikande bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Fredo.
2. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten di Kota Serang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian korban masih terlihat bermain bersama anaknya di rumah sekitar pukul 07.00 WIB. "Istrinya diketahui sedang pergi ke Kota Serang untuk mengurus pembuatan KTP di Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang," katanya.
3. Korban bunuh diri diduga karena terlilit utang

Polisi hingga kini masih mendalami motif korban mengakhiri hidupnya. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga nekat mengakhiri diri karena terlilit persoalan utang.
“Untuk motif masih dalam penyelidikan, namun dari hasil olah TKP sementara diduga korban nekat gantung diri karena terjerat permasalahan hutang,” kata Fredo.
--
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444.
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.
Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293.



















