Dikritik Anggota DPRD, Pemprov Banten Klaim Mess Tenaga Medis Layak

Kota Serang, IDN Times - Anggota Komisi V DPRD Banten menyoroti tempat karantina atau mess bagi tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Kondisi fasilitas kamar karantina dinilai sangat memprihatinkan.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengaku telah memberikan fasilitas karantina yang layak bagi para tenaga medis, yakni dengan menyulap Pendopo Lama Gubernur Banten.
"Kami juga sediakan di dalamnya ada Masjid kemudian kamar yang representatif," kata Ati saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
1. Dapat tempat tidur, kendaraan antar jemput dan insentif

Selain mendapat tempat istirahat yang dinilai "layak" di mess, menurut Ati, para petugas medis juga diberikan fasilitas makan dan suplemen berupa vitamin yang cukup. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan insentif di luar gaji selama menangani pasien COVID-19.
"Kasur-kasur yang sengaja kami langsung belikan. Mereka dapat bonus juga, dokter spesialis Rp75 juta, dokter umum Rp50 juta, perawat Rp17,5 sampai Rp22 juta, tenaga penunjang medis dan non medis Rp15 juta, untuk tenaga pendukung operasional seperti satpam, OB sebesar Rp5 juta," katanya.
Sejak Rabu (24/3), RSUD Banten memang disulap menjadi rumah sakit khusus penanganan infeksi virus corona tipe baru atau SARS-CoV-2.
2. Petugas medis mendapat fasilitas rapid test COVID-19

Setelah menangani pasien, petugas medis RSUD Banten juga menjalani rapid test secara berkala untuk mengetahui mereka terpapar atau tidak. Dari 592 tenaga medis, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing satu kelompok berisi sekitar 50 tenaga medis.
"Masuk 50 orang secara bergiliran. kenapa bergiliran karena mereka shift yang kita bagi empat. pertama pagi, siang, malam dan shift empat itu libur setelah mereka jam malam," katanya.
3. Hasil sidak komisi V DPRD Banten

Sebelumnya, Pada Rabu (1/4) malam, anggota komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan melakukan sidak ke tempat karantina para petugas medis. Fitron mengungkap, fasilitas kamar hanya disediakan kasur yang diletakkan di atas lantai.
Tidak hanya itu, dari delapan kamar yang ada, mayoritas kamar diisi oleh lebih dari delapan orang dengan posisi berdesak-desakan tanpa memperhatiakan faktor social distancing. Bahkan ada satu kamar besar diisi oleh 24 orang sekaligus.
Padahal, pihak Dinkes Banten sempat mengungkap bahwa fasilitas mess tenaga medis di Pendopo Lama Gubernur Banten itu setara dengan hotel bintang lima.


















