Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinilai Tak Pantas Jadi Ibu Kota, Ini Potret Kumuh Kota Serang

Dinilai Tak Pantas Jadi Ibu Kota, Ini Potret Kumuh Kota Serang
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Kelayakan Kota Serang sebagai ibu kota provinsi dipertanyakan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho. Persoalan infrastruktur hingga kawasan kumuh jadi batu uji. 

Dalam tweet selanjutnya Emerson pun menjelaskan, penilaiannya itu senada dengan salah satu temannya seorang sutradara yang pernah berkunjung ke Kota Serang.

"Alkisah ada kawan menemani seorang sutradara terkenal jalan-jalan di seputaran Serang, setelah diceritakan bahwa ini Ibu Kota Provinsi, sang Sutradara langsung kaget dia pikir Serang itu ibu kota kecamatan," tulisnya.

Berikut potret kekumuhan di ibu kota Provinsi Banten yang dihimpun IDN Times:

1. Sebanyak 28.866 kepala keluarga (KK) di Kota Serang masih membuang air besar (BAB) sembarangan. Orang Serang menyebutnya sebagai dolbon~

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

2. Sampah menumpuk dan membuat kotor jalan irigasi di sejumlah jalan protokol Kota Serang. Pemandangan ini tampak di Jalan Saleh Baimin Cimuncak. Jorok~

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

3. Pengemis dan anak-anak terlantar masih ramai di setiap lampu merah. Seorang pengemis bahkan menggendong anaknya yang masih balita. Duh~

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

4. Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang malah dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Warga yang hendak jogging atau olahraga lainnya pun sulit beraktivitas

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

5. Sebagian besar lahan parkir tepi jalan umum digunakan para pedagang untuk berjualan. Kerap bikin macet, nih salah satu potret PKL di kawasan Pasar Lama, termasuk di Jalan Tirtayasa Royal

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

6. Jalan-jalan rusak bak kubangan masih jadi pemandangan di beberapa titik Kota Serang. Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di Lingkungan Ciwedus, Bendung, Kecamatan Kasemen

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Menanggapi cuitan soal kelayakan Kota Serang, Wali Kota Syafrudin menyebut, Kota Serang ini baru menginjak usia ke-15 setelah berpisah dengan Kabupaten Serang. Tentu masih banyak kekurangan, terutama dalam sektor pembangunan dan harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi maupun pusat.

"Kota Serang ini merupakan representative ibu kota provinsi, tentunya jalan-jalannya harus mendapatkan prioritas baik perbaikan ataupun kualitas dan estetikanya. Mudah-mudahan pembangunan dan pemeliharaan ke depan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Serang," kata dia. 

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengaku, agenda-agenda pembangunan infrastruktur yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Banten sejauh ini digulirkan di Kota Serang.

Dia pun mendorong Pemerintah Kota Serang untuk menata pembanguan daerah agar identitas Kota Serang sebagai ibu kota provinsi terlihat secara nyata. Namun, dia berkeyakinan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang telah memiliki konsep besar pembangunan daerah.

"Saya yakin pak wali kota dengan semua unsurnya punya agenda kuat untuk meningkatkan pembangunan di Kota Serang," katanya.

Sesuai dengan janji para pejabat di Banten, semoga Kota Serang bisa berbenah dan bersolek sehingga kian menawan. Gak hanya itu, Kota Serang juga layak dihuni warganya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Ita Lismawati F Malau
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

7 Dapur MBG di Lebak Banten Berhenti Beroperasi, Apa Pemicunya?

10 Jun 2026, 07:01 WIBNews