Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hujan Deras, Sungai Ciujung dan Ciberang di Lebak Berstatus Siaga 1

Ilustrasi hujan deras, IDN Times/istimewa
Ilustrasi hujan deras, IDN Times/istimewa
Intinya sih...
  • Masyarakat diimbau waspada dan bersiap menghadapi banjir Sungai Ciujung dan Ciberang yang berstatus Siaga 1 akibat hujan tinggi.
  • Wilayah Lebak semakin rentan longsor di beberapa kecamatan seperti Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah.
  • BPBD Lebak telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG dan menyiagakan 45 personel serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times – Dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak, Banten, yakni Sungai Ciujung dan Sungai Ciberang, kini berstatus Siaga 1. Kondisi tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu (3/1/2026).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan ketinggian muka air kedua sungai tersebut telah mencapai sekitar 500 centimeter (cm) dengan debit air yang cukup tinggi.

“Debit air sekitar 600 meter kubik per detik,” kata Febby, Minggu (3/1/2026).

1. Masyarakat diimbau waspada dan bersiap

ilustrasi hujan deras (pixabay.com/Dampfkasten)
ilustrasi hujan deras (pixabay.com/Dampfkasten)

Melihat kondisi itu, BPBD Lebak mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan sungai.

“Masyarakat diminta tetap siaga dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujarnya.

Meski keberadaan Bendungan Karian dinilai mampu menahan limpasan air di sejumlah wilayah, Febby menjelaskan bahwa aliran Sungai Ciujung tidak hanya berasal dari Sungai Ciberang, tetapi juga mendapat suplai dari beberapa sungai lain di hulu.

“Aliran Ciujung juga berasal dari Sungai Cisimeut, Ciujung Lama, hingga Ciujung Baru. Karena itu, wilayah perkotaan seperti Cibadak, Muara Rangkasbitung, dan Kalimati masih berpotensi mengalami banjir perkotaan,” jelasnya.

2. Wilayah di Lebak ini jadi semakin rentan longsor

Hujan lebat picu longsor. IDN Times/ Istimewa.
Hujan lebat picu longsor. IDN Times/ Istimewa.

Selain banjir, BPBD Lebak juga mewaspadai ancaman tanah longsor akibat hujan berkepanjangan. Wilayah perbukitan di Kecamatan Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah disebut masih mendominasi potensi bencana longsor.

Febby menyebut longsor kembali terjadi di ruas jalan Cikidang–Pasir Kurai, lokasi yang sebelumnya sempat ditangani dan kini kembali tertutup material tanah.

“Longsor hari ini sudah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat untuk membuka akses jalan,” katanya.

3. BPBD Lebak telah menerima peringatan dini dari BMKG

IMG_20250710_114240.jpg
Ferry Oktarisa, prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang memperlihatkan deteksi cuaca di layar citra satelit. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih lanjut, BPBD Lebak mengaku telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh siklon tropis yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Lebak menyiagakan 45 personel yang tersebar di seluruh kecamatan serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, dan instansi terkait lainnya.

“Kami memastikan seluruh peralatan evakuasi, termasuk perahu, dalam kondisi siap pakai. Untuk potensi longsor, kami juga berkoordinasi dengan PUPR terkait kesiapan alat berat di titik-titik rawan,” kata Febby.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

ESDM Bantah Tambang Galian C Jadi Penyebab Utama Banjir di Cilegon

05 Jan 2026, 16:17 WIBNews