Hujan Deras, Sungai Ciujung dan Ciberang di Lebak Berstatus Siaga 1

- Masyarakat diimbau waspada dan bersiap menghadapi banjir Sungai Ciujung dan Ciberang yang berstatus Siaga 1 akibat hujan tinggi.
- Wilayah Lebak semakin rentan longsor di beberapa kecamatan seperti Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah.
- BPBD Lebak telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG dan menyiagakan 45 personel serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.
Lebak, IDN Times – Dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak, Banten, yakni Sungai Ciujung dan Sungai Ciberang, kini berstatus Siaga 1. Kondisi tersebut dipicu intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu (3/1/2026).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan ketinggian muka air kedua sungai tersebut telah mencapai sekitar 500 centimeter (cm) dengan debit air yang cukup tinggi.
“Debit air sekitar 600 meter kubik per detik,” kata Febby, Minggu (3/1/2026).
1. Masyarakat diimbau waspada dan bersiap

Melihat kondisi itu, BPBD Lebak mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan sungai.
“Masyarakat diminta tetap siaga dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujarnya.
Meski keberadaan Bendungan Karian dinilai mampu menahan limpasan air di sejumlah wilayah, Febby menjelaskan bahwa aliran Sungai Ciujung tidak hanya berasal dari Sungai Ciberang, tetapi juga mendapat suplai dari beberapa sungai lain di hulu.
“Aliran Ciujung juga berasal dari Sungai Cisimeut, Ciujung Lama, hingga Ciujung Baru. Karena itu, wilayah perkotaan seperti Cibadak, Muara Rangkasbitung, dan Kalimati masih berpotensi mengalami banjir perkotaan,” jelasnya.
2. Wilayah di Lebak ini jadi semakin rentan longsor

Selain banjir, BPBD Lebak juga mewaspadai ancaman tanah longsor akibat hujan berkepanjangan. Wilayah perbukitan di Kecamatan Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah disebut masih mendominasi potensi bencana longsor.
Febby menyebut longsor kembali terjadi di ruas jalan Cikidang–Pasir Kurai, lokasi yang sebelumnya sempat ditangani dan kini kembali tertutup material tanah.
“Longsor hari ini sudah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat untuk membuka akses jalan,” katanya.
3. BPBD Lebak telah menerima peringatan dini dari BMKG

Lebih lanjut, BPBD Lebak mengaku telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh siklon tropis yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Lebak menyiagakan 45 personel yang tersebar di seluruh kecamatan serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, dan instansi terkait lainnya.
“Kami memastikan seluruh peralatan evakuasi, termasuk perahu, dalam kondisi siap pakai. Untuk potensi longsor, kami juga berkoordinasi dengan PUPR terkait kesiapan alat berat di titik-titik rawan,” kata Febby.
















