Alasan BPBD Lebak Tak Dirikan Pos Pengungsian Usai Gempa M 6,6 

Ratusan rumah di Lebak rusak usai gempa tektonik Jumat lalu

Lebak, IDN Times - Sedikitnya, 274 rumah warga di Lebak rusak setelah gempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,6 mengguncang Sumur, Pandeglang dan sekitarnya pada Jumat sore (14/1/2022) lalu. Meski demikian, hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak tidak mendirikan pos pengungsian. 

"Semua warga korban gempa itu bisa menempati rumah miliknya, walaupun rusak berat, " kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Riza Faisal, seperti dikutip dari Antara (18/1/2022). 

1. Alasan BPBD Lebak tak dirikan pos pengungsian

Alasan BPBD Lebak Tak Dirikan Pos Pengungsian Usai Gempa M 6,6 Efek dari gempa Banten (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Lebih lanjut Agus menjelaskan, para korban yang rumahnya rusak tidak berada di satu atau dua kawasan. Per kecamatan, kata dia, ada 3-12 rumah yang rusak dan itu pun tersebar di beberapa desa.

Itu salah satu alasan mengapa BPBD tidak mendirikan pos pengungsian. Selain itu, sejauh ini tidak ada korban jiwa dan luka berat.

Dua warga luka yang tertimpa bangunan rumah pun kini sudah pulih dan sehat. "Saya kira bencana gempa itu tidak perlu mendirikan pos pengungsian maupun dapur umum," kata dia. 

Diberitakan sebelumnya, ada 19 kecamatan yang terdampak gempa kuat itu, antara lain
 Kecamatan Sobang, Cikulur, Rangkasbitung, Lebakgedong, Cigemblong, Leuwidamar, Bayah, Cibeber, Panggarangan, Bojongmanik, dan Cimarga.

Dari 19 kecamatan itu, ada tiga yang terparah, yakni Kecamatan Malimping, Cihara dan Lebak Gedong.

Baca Juga: 19 Kecamatan di Lebak Terdampak Gempa, 3 Daerah Ini Terparah

2. BPBD memilih fokus penyaluran bantuan logistik kepada korban gempa

Alasan BPBD Lebak Tak Dirikan Pos Pengungsian Usai Gempa M 6,6 jabar.idntimes.com

BPBD Lebak, imbuh Agus, kini memfokuskan penyaluran bantuan logistik kepada korban gempa. Adapun bantuan yang disalurkan adalah beras, lauk pauk, makanan ringan, mie instan, air kemasan, tikar, hingga alat dapur.

Penyaluran logistik didistribusikan setiap tiga hari kepada 274 kepala keluarga ( KK) sesuai dengan jumlah kerusakan rumah.

Bantuan itu, imbuh Agus, disalurkan melalui kepala desa setempat di Kantor BPBD Lebak.
 "Karena mereka (kepala desa) yang mengetahui warga yang terdampak bencana itu, " katanya. 

3. Lebak sudah tetapkan status tanggap darurat

Alasan BPBD Lebak Tak Dirikan Pos Pengungsian Usai Gempa M 6,6 Efek dari gempa Banten (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Penyaluran bantuan logistik itu merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan status tanggap darurat. Dengan demikian, pemerintah wajib memenuhi kebutuhan pelayanan dasar bagi warga korban bencana untuk menerima logistik.

Diberitakan sebelumnya, gempa M6,7 itu terjadi pada pukul 16.05 dengan pusat berada 52 kilometer (km) Barat Daya Sumur, Banten. Pusat gempa itu ada di kedalaman 10 km. 

Baca Juga: Lebak Tetap Darurat Bencana Usai Dilanda Gempa M 6,6

Baca Juga: Dampak Gempa Tektonik, 274 Rumah di Lebak Rusak

Topik:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya