Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kanker Hati Bisa Diobati dengan Terapi Radiasi Internal, Ini Cara Kerjanya

Kota Tangerang
4 min read
Kanker Hati Bisa Diobati dengan Terapi Radiasi Internal, Ini Cara Kerjanya
Kanker Hati Bisa Diobati dengan Cairan Radioaktif, Ini Cara Kerjanya (Dok. IDN Times/Eko)

  • Kemenkes mencatat kanker hati menyebabkan sekitar dua juta kematian global tiap tahun; hepatitis B/C, fatty liver, dan sirosis menjadi faktor pemicu yang perlu dideteksi lewat pemeriksaan rutin.
  • SIRT Y-90 menjadi opsi bagi pasien tertentu, terutama bila operasi terbuka tidak memungkinkan; partikel radioaktif diarahkan langsung ke tumor hati melalui kateter dari pembuluh darah paha.
  • Mandaya Royal Hospital Puri telah menangani sedikitnya lima pasien dengan SIRT Y-90; dua menunjukkan perkembangan, tetapi hasil terapi berbeda dan tetap memerlukan pemantauan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyakit kanker hati secara global menyebabkan sekitar dua juta kematian setiap tahun. Berdasarkan fakta itu, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah penyakit yang dapat menjadi faktor pemicunya, seperti hepatitis B dan C, perlemakan hati atau fatty liver, hingga sirosis.

Prof Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Konsultan Haematologist & Medical Oncologist Mandaya Royal Hospital Puri mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan hati lebih awal.

“Kita tahu ada hepatitis B atau C, fatty liver, sirosis hati, dan lainnya hingga akhirnya menyebabkan tumor dan kanker hati. Jadi sebelum sampai ke sana, harus dilakukan pemeriksaan rutin dulu,” ujar Aru dalam diskusi Introduction to SIRT Y-90 In Liver Cancer Treatment di Mandaya Royal Hospital Puri, Kota Tangerang, Sabtu (19/9/2026).

  1. 1. Pola hidup sehat jadi langkah pencegahan

    a6c0d989-461d-4cbb-8429-b39c44c9ee4b.jpeg
    Kanker Hati Bisa Diobati dengan Cairan Radioaktif, Ini Cara Kerjanya (Dok. IDN Times/Eko)

    Menurut Aru, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat dianjurkan tidak merokok maupun menghindari paparan asap rokok.

    Selain itu, asupan garam, gula, dan makanan berlemak juga perlu diperhatikan. Aktivitas fisik secara rutin menjadi bagian lain dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan hati. Jika sudah muncul keluhan, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum menentukan diagnosis dan jenis pengobatan.

    “Jadi sebelum diputuskan treatment apa, ada dokter multidisiplin yang akan menangani. Termasuk memutuskan, misal dia terkena kanker pada akhirnya, treatment apa yang akan diberikan,” katanya.

  2. 2. Kanker hati bisa ditangani dengan radiasi Y-90

    44465c0c-5b37-4a95-9ff9-34e13ff781c9.jpeg
    Kanker Hati Bisa Diobati dengan Cairan Radioaktif, Ini Cara Kerjanya (Dok. IDN Times/Eko)

    Selain operasi dan metode pengobatan lainnya, kanker hati kini juga dapat ditangani menggunakan terapi radiasi internal atau Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90.

    Terapi tersebut menggunakan partikel radioaktif Yttrium-90 yang diarahkan langsung ke tumor melalui prosedur minimal invasif. Terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan penanganan bagi pasien kanker hati primer maupun kanker yang telah mengalami metastasis.

    Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir, dr. Eko Purnomo, Sp.KNTM (K) Onk, menambahkan pasien harus melalui sejumlah pemeriksaan dan memenuhi kriteria tertentu sebelum menjalani terapi.

    Salah satunya terkait dengan kondisi pasien yang sudah tidak memungkinkan menjalani operasi terbuka, termasuk karena faktor usia, ukuran atau lokasi tumor, maupun kondisi lainnya.

    Eko menjelaskan, Y-90 merupakan partikel radioaktif dengan daya tembus radiasi yang terbatas. “Jadi, nanti dimasukkan oleh tim dokter spesialis dan tim yang lainnya dalam pengawasan ketat. Cairan itu langsung diantar langsung ke kanker liver-nya atau tumornya. Nah, setelah masuk, dikunci dan dia meradiasi di tumornya, tidak ke organ lain,” ungkapnya.

  3. 2. Kateter dimasukkan dari pembuluh darah paha

    a6c0d989-461d-4cbb-8429-b39c44c9ee4b.jpeg
    Kanker Hati Bisa Diobati dengan Cairan Radioaktif, Ini Cara Kerjanya (Dok. IDN Times/Eko)

    Dalam prosedurnya, tim medis memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha. Kateter kemudian diarahkan menuju pembuluh darah utama yang memasok nutrisi ke tumor di hati.

    Partikel Y-90 selanjutnya dialirkan menuju area tumor dan memberikan radiasi dari dalam. Dengan cara tersebut, terapi diarahkan untuk memberikan efek radiasi pada jaringan tumor dengan paparan terhadap jaringan di sekitarnya yang lebih terbatas.

    “Prosedur ini sangat berharga bagi pasien yang tumornya tidak memungkinkan untuk langsung dioperasi akibat faktor ukuran, posisi lokasi yang sulit, atau keterlibatan struktur organ vital di sekitarnya,” kata Eko.

    Selain menargetkan sel kanker, terapi SIRT Y-90 juga dapat membantu mengecilkan massa tumor. Kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan bagi dokter untuk mengevaluasi kemungkinan tindakan lanjutan, termasuk operasi pengangkatan tumor atau transplantasi hati.

  4. 3. Lima pasien sudah menjalani terapi

    44465c0c-5b37-4a95-9ff9-34e13ff781c9.jpeg
    Kanker Hati Bisa Diobati dengan Cairan Radioaktif, Ini Cara Kerjanya (Dok. IDN Times/Eko)

    Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi Subspesialis Radiologi Intervensional Mandaya Royal Puri Hospital, dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K) RI, mengatakan terapi SIRT Y-90 telah diberikan kepada setidaknya lima pasien kanker hati di rumah sakit tersebut.

    Dari evaluasi pascatindakan, dua pasien menunjukkan perkembangan yang dapat diamati. Pada salah satu pasien, pemeriksaan terbaru menunjukkan area tumor yang mengalami enhancement atau menyerap kontras mengalami pengurangan.

    Ukuran massa tumor pasien tersebut juga menyusut dari sebelumnya 8,8 x 10,4 sentimeter menjadi 6,8 x 6,7 sentimeter. Bersamaan dengan itu, keluhan yang sebelumnya dirasakan pasien mulai berkurang.

    “Perkembangan setiap pasien berbeda-beda, jadi terus dipantau pada pemeriksaan berkelanjutan,” ujar Sugianto.

    Sementara itu, pada pasien lainnya, hasil pencitraan menunjukkan lesi di hati sudah tidak memperlihatkan tanda-tanda tumor aktif. Kondisi tersebut disebut non-viable tumor, yakni jaringan tumor yang sudah tidak aktif atau mengalami kematian sel sehingga tidak lagi menunjukkan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang.

    Meski demikian, hasil terapi setiap pasien dapat berbeda. Karena itu, evaluasi dan pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi pasien setelah menjalani SIRT Y-90.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More