Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Terbalik, Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Belum Terungkap
Kapal KMP Batumandi terbakar di Perairan Merak (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak pada 20 Oktober 2026 belum terungkap karena kapal terbalik menghambat olah TKP forensik.
  • Polda Banten telah mengklarifikasi 49 saksi, termasuk penumpang, sopir, dan kru, sambil mengumpulkan bukti ilmiah untuk merangkai kronologi insiden.
  • ASDP menargetkan pengapungan kapal pada awal November; setelah posisi normal, polisi dan KNKT akan melanjutkan pemeriksaan, sementara layanan Merak-Bakauheni tetap beroperasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serang, IDN Times - Penyebab kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak pada 20 Oktober 2026 masih belum terungkap. Polisi terkendala kondisi kapal yang terbalik sehingga proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim forensik belum bisa dilakukan secara optimal.

Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.

"Semuanya masih berproses, sudah 49 saksi yang sudah kita klarifikasi untuk (menggali) bagaimana kejadian-kejadian yang ada di kapal itu," kata Eko kepada awak media usai rapat koordinasi di Mapolda Banten, Kamis (29/10/2026).

1. Sebanyak 49 saksi telah diperiksa

Dirpol Air Polda Banten Eko saat konferensi pers (Dok. Humas Polda Banten)

Ia menjelaskan, 49 saksi yang telah dimintai keterangan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari penumpang, sopir, hingga kru kapal. Pemeriksaan dilakukan untuk merangkai kronologi kejadian sebelum dan saat kebakaran berlangsung.

Namun, penyelidikan menghadapi kendala teknis karena posisi bangkai kapal yang terbalik. Kondisi tersebut menyulitkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dalam melakukan pemeriksaan di lokasi.

Eko menegaskan, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum pemeriksaan menyeluruh dilakukan. Karena itu, proses investigasi akan mengedepankan bukti ilmiah untuk memastikan pemicu insiden tersebut.

"Objeknya di situ kan kapal, nah kapalnya sudah terbalik. Ini juga mengganggu proses penyelidikan, terutama dari pihak penyelidik seperti Labfor dan Inafis agak kesulitan," jelasnya.

2. Pengapungan kapal ditarget awal November

Kapal KMP Batumandi terbakar di Perairan Merak (Dok. IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, mengatakan proses pengapungan kembali atau salvage KMP Batu Mandi masih dalam tahap persiapan teknis.

ASDP tengah memproses penunjukan pihak pelaksana dengan berkoordinasi bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

"Mudah-mudahan minggu ini sudah ada proses penunjukan (vendor), dan kita harapkan di awal November itu sudah pelaksanaan pengapungan," ungkap Umar.

3. Pemeriksaan lanjutan setelah kapal berhasil diapungkan

Kapal KMP Batumandi terbakar di Perairan Merak (Dok. IDN Times/Istimewa)

Menurutnya, setelah kapal berhasil diapungkan dan dikembalikan ke posisi normal, pihak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kebakaran.

"Nanti setelah proses pengapungan kan ada dari pihak terkait dari kepolisian kan ada investigasi dulu, pemeriksaan. Kemudian dari KNKT. Mungkin setelah itu baru diputuskan," tuturnya.

Untuk menjaga keselamatan alur pelayaran Merak-Bakauheni, petugas telah memasang penanda batas berupa buoy dan oil boom di sekitar bangkai kapal. Polda Banten juga terus mengawasi proses penanganan bangkai kapal bersama ASDP.

Di sisi lain, ASDP memastikan pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap berjalan. Perusahaan telah menarik KMP Port Link III yang sebelumnya direlokasi ke Surabaya untuk kembali beroperasi di lintasan tersebut sejak Minggu lalu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article