Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemen PPPA Soroti Sikap Binus School Serpong Soal Bullying

Kemen PPPA Soroti Sikap Binus School Serpong Soal Bullying
Dok. Akun X @gengtaibinus
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta pihak SMA Binus Internasional Serpong di Tangerang Selatan (Tangsel) lebih peka terhadap murid-muridnya.

Hal itu menyusul adanya kasus kekerasan yang diduga melibatkan murid di sekolah tersebut. Terlebih saat munculnya geng-geng yang akhirnya berujung terjadi kasus perundungan.

1. Guru harus tahu kondisi lingkungan pendidikannya

Dok. Binus School Serpong
Dok. Binus School Serpong

Plh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Rini Handayani mengatakan, pihak guru harus lebih tahu tentang apa yang terjadi di sekitarnya.

Hal ini, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 46 Tahun 2023.

“Ini harus sekolah, harus tahu. Enggak bisa sekolah, tidak tahu bagaimana kondisi dan situasi yang ada di lingkungan sekolah, untuk segera tahu, tidak hanya mendengar,” kata Rini, Minggu (25/2/2024).

2. Sekolah harus peka terhadap kelompok siswa yang cenderung jadi geng

Viral Geng Tai (GT) di sekolah Binus melakukan kekerasan hingga memakan korban. (twitter.com/BosPurwa)
Viral Geng Tai (GT) di sekolah Binus melakukan kekerasan hingga memakan korban. (twitter.com/BosPurwa)

Rini menilai, sikap sekolah seharusnya mengerti apa yang dilakukannya apabila ada murid-murid membuat kelompok, yang bakal identik dengan kekerasan.

Sebab apabila dibiarkan, maka akan ada tindakan-tindakan perudungan yang terjadi secara berulang-ulang di setiap tahunnya.

“Setelah mendengar terus (pihak sekilah harus mengetahui) apa yang dilakukan,” katanya.

3. Kemen PPPA rekomendasikan Binus School Serpong dapat sanksi

Dok. Akun X @gengtaibinus
Dok. Akun X @gengtaibinus

Pihak Kemen PPPA akan merekomendasikan penerapan sanksi terhadap Binus Internasional BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Hal ini terjadi karena di sekolah dianggap gagal dalam membina murid-muridnya berkaca pada kasus kekerasan yang tengah bergulir.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Muhammad Iqbal
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Banten

See More

Anggota DPRD Lebak Kunker ke Bali, Apa Kegiatannya?

26 Jun 2026, 18:21 WIBNews