Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenangan Sahabat Capt. Andy Dahananto di Sekolah Penerbangan

Pemakaman Capt. Andy Dahananto
Pemakaman Capt. Andy Dahananto di TPU Ranca Sadang, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya sih...
  • Mendiang Capt. Andy tak pernah terlihat marah, selalu dikenal sebagai sahabat yang menyenangkan.
  • Captain Andy dikenal sangat loyalitas terhadap dunia penerbangan, bahkan sampai akhirnya beliau jabat sebagai Direktur Operasional.
  • Mendiang juga sempat aktif di grup alumni, saling bertegur sapa dengan teman-teman sejawat lainnya bahkan juga melalui Video Call yang membahas soal penerbangan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kecelakaan dari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menyisakan duka mendalam bagi sejawat korban, salah satunya Captain Djarot Harnanto.

Ia merupakan teman satu kamar dari pilot pesawat tersebut, Captain Andy Dahananto saat berasrama di sekolah penerbangan Juanda Flying School Surabaya pada tahun 1987-1988 silam. Ia pun mengenal mendiang sebagai teman yang menyenangkan.

"Dia (Capt. Andy) humoris, lucu, smart, dan sangat santun. Kami teman satu angkatan kehilangan dengan kepergian almarhum," kata Djarot saat ditemui di TPU Ranca Sadang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/1/2026).

1. Mendiang Capt. Andy tak pernah terlihat marah

Captain Djarot Harnanto
Captain Djarot Harnanto, sahabat mendiang pilot ATR 42-500 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Djarot mengungkapkan, selama ia bersahabat dengan mendiang Capt. Andy, ia tak pernah sekalipun melihatnya marah. Hal tersebutlah yang membuat mendiang selalu dikenal sebagai sahabat yang menyenangkan.

"Saya ada kenangan lucu, jadi almarhum suka pakai sampo saya di asrama, lalu saya kerjain, saya ganti isinya pakai kecap, jadi intinya kami berdua bersahabat saling bercanda aja, sampai tua aja begitu," kata sambil tertawa mengingat momen tersebut.

2. Captain Andy dikenal sangat loyalitas terhadap dunia penerbangan

Peti jenazah Capt. Andy Dahananto di rumah duka
Peti jenazah Capt. Andy Dahananto di rumah duka (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, kecintaan mendiang akan dunia penerbangan sangat terlihat dan diakui oleh seluruh rekan sejawatnya. Apalagi, ia juga dikenal loyal dengan perusahaan yang menaunginya yakni maskapai Indonesia Air Transport.

"Habis lulus sampai sekarang di 1 perusahaan enggak pindah, makanya posisi sangat pantas masa akhirnya beliau jabat sebagai Direktur Operasional," ungkapnya.

3. Mendiang juga sempat aktif di grup alumni

Pemakaman Capt. Andy Dahananto
Pemakaman Capt. Andy Dahananto di TPU Ranca Sadang, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Saat ditanya mengenai kenangan terakhir, Djarot menuturkan, mendiang sempat berkomentar aktif di grup chat WhatsApp angkatan alumni sekolah penerbangan. Mendiang pun saling bertegur sapa dengan teman-teman sejawat lainnya bahkan juga melalui Video Call yang membahas soal penerbangan.

"Tidak terbesit dia akan meninggalkan. Insyaallah beliau gugur dalam jalankan tugas, beliau syahid," ungkapnya.

Diketahui, pemakaman dari jenazah Pilot ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Captain Andy Dahananto yang terlibat kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dilakukan dengan upacara pelepasan resmi dari pegawai Dirjen PSDKP, Kementerian KKP. Diketahui, jenazah mendiang Capt. Andy dimakamkan di TPU Ranca Sadang, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pantauan IDN Times di lokasi, saat mobil jenazah tiba, petugas dari Dirjen PSDKP langsung berbaris dan memberi penghormatan pada mendiang. Selanjutnya, peti jenazah yang telah diselimuti Bendera Merah Putih pun digotong ke liang lahat disaksikan para anggota keluarga.

Usai proses pemakaman selesai, keluarga dan kerabat pun lantas menaburkan air mawar dan bunga di atas pusara mendiang Capt. Andy. Istri dan anak-anak mendiang pun terlihat tegar dan tabah meski sesekali air mata terlihat menetes di pipi.

Para kerabat pun lantas satu persatu bergantian menyalami istri dan anak-anak mendiang sembari sesekali pelukan mendarat di pundak kerabat yang hadir.

"Terima kasih, ya sudah datang," kata anak pertama mendiang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

Kenangan Sahabat Capt. Andy Dahananto di Sekolah Penerbangan

25 Jan 2026, 16:00 WIBNews