Korban Plafon Roboh di SMA Negeri di Tangerang Jadi 12 Siswa

- Kegiatan belajar dan mengajar dihentikan sementara waktu
- Dugaan sementara, plafon roboh setelah atap bangunan bocor
- BPBD masih mengecek lokasi kejadian untuk memastikan bahwa insiden itu terjadi karena kondisi cuaca
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 12 siswa/siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kabupaten Tangerang tertimpa plafon bangunan kelas yang roboh. Kepala Seksi (Kasi) SMA pada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten, Nunung Syarif Hidayat mengatakan seluruh korban tidak ada yang menderita luka berat.
"Rata-rata mereka (korban) mengalami luka ringan sampai sedang seperti memar dan tergores," kata dia seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (23/1/2026).
1. Kegiatan belajar dan mengajar dihentikan sementara waktu
Berdasarkan laporan kata dia insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis. Saat itu, sebanyak 35 siswa kelas X berada di dalam ruangan sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Proses belajar mengajar pun langsung dihentikan sementara waktu, dan ruang kelas dinyatakan tidak digunakan demi menjaga keamanan pelajar dan para guru. "Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak dan demi keamanan para guru maka diputuskan para siswa melakukan metode pembelajaran daring," kata dia.
2. Dugaan sementara, plafon roboh setelah atap bangunan bocor
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan dalam insiden robohnya plafon sekolah SMAN 5 itu akibat cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi sejak pagi hingga siang hari.
"Itu karena kebocoran. Dari bocor, lama-lama jadi roboh, hanya sedikit informasinya," tutur dia. BPBD masih mengecek lokasi kejadian untuk memastikan bahwa insiden itu terjadi karena kondisi cuaca.

















