Mahasiswa Desak Pimpinan Partai Evaluasi Bupati Lebak

- Mahasiswa dari Kumala mendesak pimpinan partai politik pengusung Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya agar tidak lepas tangan terhadap kinerja dan etika kepemimpinannya.
- Koordinator Kumala, Idham, menilai sikap diam partai memperkuat kesan pembiaran dan menegaskan pentingnya tanggung jawab moral serta politik dalam mengawasi kader yang menjabat publik.
- Idham meminta partai segera menyatakan sikap resmi terkait polemik di Lebak demi menjaga kepercayaan publik dan membuktikan fungsi pengawasan internal berjalan efektif.
Lebak, IDN Times - Gelombang kritik terhadap kepemimpinan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya terus meluas. Kali ini, mahasiswa yang tergabung dalam Kumala mendesak pimpinan partai politik pengusung untuk tidak lepas tangan atas kinerja dan etika kepala daerah tersebut.
Koordinator Kumala, Idham menegaskan, bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral dan politik atas figur yang mereka usung dalam kontestasi pilkada.
“Partai politik harus bertanggung jawab secara moral dan politik. Jangan hanya muncul saat kampanye, lalu diam ketika kepemimpinan yang diusung menuai kritik,” kata Idham, Rabu (1/4/2026).
1. Sikap diam menimbulkan persepsi pembiaran terhadap persoalan ini

Menurutnya, sikap diam partai justru memperkuat kesan adanya pembiaran terhadap praktik kepemimpinan yang dinilai tidak sesuai harapan publik. Padahal, partai memiliki fungsi pengawasan terhadap kader yang didorongnya menduduki jabatan publik.
“Kalau memang ada yang tidak berjalan dengan baik, partai harus berani mengevaluasi. Bahkan jika perlu, memberikan teguran terbuka atau langkah politik yang jelas. Ini soal tanggung jawab kepada rakyat,” ujarnya.
2. Parpol diminta segera bersikap

Idham juga meminta pimpinan partai, baik di tingkat daerah maupun pusat, segera menyampaikan sikap resmi terkait polemik yang terjadi di Kabupaten Lebak. Ia menilai transparansi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi politik.
“Momentum ini menjadi ujian bagi partai politik dalam menjalankan fungsi pengawasan internal. Jika partai terus memilih bungkam, kepercayaan masyarakat bisa semakin menurun,” ucapnya.



















