Comscore Tracker

Komisioner Positif COVID-19, KPU: Kinerja Dinkes Tangsel Lamban!

Hasil tes keluarnya lambat, apa kata Kepala Dinkes Tangsel?

Tangerang Selatan, IDN Times - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan Achmad Mudjahid Zein dan satu staf dinyatakan positif COVID-19. Informasi diketahui setelah Zein melakukan swab test, akhir bulan Agustus lalu.

Hasil tes swab tersebut baru diketahui Rabu (16/9/2020). Padahal, KPU Tangsel sedang padat kegiatan tahapan Pilkada Tangsel. Tak sedikit orang yang berinteraksi dengan Zein.

Baca Juga: Komisioner KPU Tangsel Positif COVID-19, Statusnya OTG!

1. KPU Tangsel banyak agenda pilkada yang melibatkan banyak orang

Komisioner Positif COVID-19, KPU: Kinerja Dinkes Tangsel Lamban!IDN Times/Muhamad Iqbal

Kegiatan yang sempat membuat Zein berinteraksi dengan banyak orang diantaranya pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel pada 4-6 September lalu. Selain itu, simulasi pemungutan suara pada 12 September, serta tahapan pilkada lainnya dan aktivitas Zein lain di kantor.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro pun menyayangkan lambatnya keluar hasilswab  test pegawai KPU dari Dinas Kesehatan setempat. Pemeriksaan itu digelar 29 Agustus sampai 1 September lalu. Namun hasilnya baru diketahui pada Rabu (16/9/2020). Bambang menilai kinerja Dinas Kesehatan Tangsel lamban.

"Lamban. Intinya gini deh, pusing. Kritik saya ini kepada Dinkes, termasuk sama kadisnya (kepala dinas). Saya sampaikan bahwa KPU itu mau melaksanakan pendaftaran bakal calon, dan akan melibatkan banyak orang tolong itu dikeluarkan (swab test). Terus dia (dinkes) menjawab 'Siap Pak nanti. Ditunggu', " ujar Bambang saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

2. Hasil swab test komisioner yang positif COVID-19 keluar 16 September

Komisioner Positif COVID-19, KPU: Kinerja Dinkes Tangsel Lamban!Antara Foto/Muhamad Iqbal

Namun hasil tes tersebut tak kunjung diterima. Sehingga, para komisioner serta pegawai KPU pun tak menyadari ada diantara mereka yang positif COVID-19.

"Sampai Senin kemarin belum juga keluar (hasil swab test), Akhirnya ditungguin sama Pak Fajar (Sekretaris KPU Tangsel). Hasil tes saya baru keluar tanggal 14, Pak Zein tanggal 16 September. Nah akhirnya ketahuan tuh ada yang positif dua orang," keluhnya.

3. Semua yang bekerja di KPU Tangsel jalani swab test lagi

Komisioner Positif COVID-19, KPU: Kinerja Dinkes Tangsel Lamban!Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap membawa sample tes usap (swab test) COVID-19 milik warga (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Untuk mengetahui kondisi di lingkungan KPU Tangsel, semua komisioner dan pegawai akan melakukan swab test lagi. Namun, pemeriksaan kesehatan itu tidak dilakukan di Dinas Kesehatan, mereka memilih rumah sakit swasta, agar hasil lebih cepat diketahui.

"Rumah sakit Medika BSD. Di sana datanya kalau dari staf saya informasinya memiliki hasil yang cepat. Katanya hitungan jam. Tapi gak tahu juga. Saya pikir kan satu hari, sekitar 24 jam. Tahunya katanya hitungan jam," katanya.

4. Ini kata Kepala Dinas Kesehatan Tangsel

Komisioner Positif COVID-19, KPU: Kinerja Dinkes Tangsel Lamban!Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni (IDN Tim)es/Muhamad Iqbal

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, untuk mengetahui hasil swab test membutuhkan waktu.

"Maksimalkan 14 hari paling lama. Iya kan sampel kita itu dikirimkannya ke Litbangkes, ke Lab UI, ke Labkesda provinsi, ke UIN. Di sana juga tergantung jumlah sampel spesimen yang mereka periksa," terang Deden.

Menurut Deden, lamanya hasil swab test itu keluar juga tergantung jumlah kasus yang kini terjadi di Tangsel. "Antre, apalagi akhir-akhir ini kan banyak kasus. Ya otomatis mereka numpuk juga spesimen yang harus diperiksa," tuturnya.

Selain itu, waktu pemeriksaan hasil swab test juga tergantung pada laboratorium yang digunakan oleh Dinas Kesehatan.

"Kemarin kita masih bergantung ke laboratorium lain, ya tentu kita juga gak bisa memaksa supaya bisa didahulukan. Nah kalau sekarang kan kita punya Labkesda tuh, nah kalau itu mungkin,” katanya.

Baca Juga: Tangsel Zona Oranye COVID-19 Lagi, Airin: Jangan Terjebak Warna

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya