Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasien

Pasien sering berdatangan hingga malam hari

Tangerang Selatan, IDN Times - Kepala Rumah Lawan Covid (RLC) Suhara Manullang mengaku kewalahan dengan melonjaknya kasus COVID-19 DI gelombang ketiga ini. Hal itu karena meningkatnya jumlah pasien yang di rawat di RLC belakangan ini.

"Sekarang kita kewalahan. Ya, biasanya kan di bawah 100 (pasien). Sekarang bisa tiga kali lipatnya," kata Suhara, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga: 1 Pasien Omicron di Tangsel Jalani Isolasi di Rumah Lawan COVID-19 

1. Pengelola RLC kewalahan, utamanya dalam menyiapkan makanan

Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Kewalahan Hadapi Lonjakan PasienSejumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 bersiap meninggalkan Rumah Lawan COVID-19 di Serpong, Tangerang Selatan (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Suhara menyebut, jika seandainya ada 100 pasien yang dirawat di RLC, pihaknya harus menyiapkan sekitar 300 porsi makanan berat dalam sehari. Selain itu, perlu juga disiapkan sekitar 200 paket makanan ringan bagi para pasien di RLC.

"Misalnya 100 pasien, makan 3x1, snack 2x1, berapa dus (snack dan makanan berat) itu? Belum lagi sampahnya. Kalau 100 (pasien) saja kan berarti 300 (makanan) tambah 200 (snack), sudah 500 (barang konsumsi)," katanya.

Baca Juga: Kadinkes: 80 Persen Kasus Omicron di Banten dari Transmisi Lokal

2. Pasien juga sering berdatangan saat malam hari

Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Kewalahan Hadapi Lonjakan PasienSejumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 bersiap meninggalkan Rumah Lawan COVID-19 di Serpong, Tangerang Selatan (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Keruwetan lain, kata Suhara, jika terdapat pasien yang datang di tengah malam.

"Karena hasil swab itu kan kadang kala keluar malam, kemudian Puskesmas juga banyak yang libur (pada hari Sabtu-Minggu), akhirnya telpon ke outline RLC," katanya.

3. Sejak 8 Januari sampai 8 Februari 2022, RLC sudah merawat sekitar 432 pasien

Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasienilustrasi seorang pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Dengan jumlah pasien yang banyak seperti saat ini, keruwetan juga ditambah dengan adanya beberapa pasien yang memiliki banyak keinginan.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab para garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19.

"Apalagi kalau kumpul 100an (pasien) gini. Kan keinginan orang macam-macam, kenyamanan juga kan bervariasi. Nah ini juga yang harus kita tangani," ucapnya.

Berdasarkan data yang diterima, sejak 8 Januari sampai 8 Februari 2022, RLC sudah merawat sekitar 432 pasien COVID-19.

Baca Juga: Ketat! PPKM Level 3 Tangsel, Jam Operasional Mal dan Resto Dibatasi

Topik:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya