Ilustrasi pelecehan seksual (freepik.com/freepik)
Sampai akhirnya, ia berdua bersama oknum tersebut di ruangan itu. Awalnya, mereka berdua mengobrol biasa.
"Pada awalnya pelecehan seksual ini dilakukan secara verbal dengan mengatakan, 'mata ibu indah yah'. Terus saya bilang, 'saya pake softlens kalau tidak penglihatan ngeblur'," katanya.
Kemudian oknum itu duduk di dekat korban sambil memegang tangan kanan korban menggunakan kedua tangannya.
"Saya juga udah berusaha lepas, ini posisi tangan kiri menggunakan handphone, namun tidak bisa melakukan apapun," katanya.
Kemudian si terduga pelaku mengelus punggung korban sambil berkata, 'Bu lihat ke sini.' Korban saat itu dalam posisi ketakutan dan berusaha untuk menghubungi satpam.
"Sampai akhirnya tangan yang satunya dilepas dia masuk di sela-sela tangan saya, dan meremas payudara sebelah kanan," katanya.
"Saat itu saya langsung lari keluar ke mobil Edukasi BJB dan menelepon suami saya dan bilang jemput sekarang. Saat itu dia ngejar dengan alasan casan ketinggalan," katanya.
Dengan perasaan takut dan trauma saat itu dia tidak berani untuk bercerita kepada siapapun, termasuk yang ada di mobil Edukasi BJB.
"Lalu saya dijemput suami saya. Pas di rumah terduga pelaku WhatsApp dan bilang minta maaf," katanya.
Tak lama, setelah korban menceritakan kejadian pilu itu ke suaminya. Korban dan suami langsung mendatangi kantor kelurahan untuk melakukan klarifikasi.
Karena tidak ada penyelesaian diantara korban dan pelaku, maka pada tanggal 27 Desember 2023, korban melapor ke Polda Banten. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2023 korban juga juga melakukan pelaporan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang.
"Pada tanggal 21 Maret 2024 saya dikonfrontir oleh oknumnya, tidak mengakui sama sekali," ujar korban dengan nada sedih.
Dia berharap BKPSDM dan inspektorat segera memproses atas kasus yang dialaminya dan memberikan hukuman yang setimpal bukan hanya etik kepada pelaku.
"Tidak habis pikir, kenapa dia tidak mau mengakui perbuatannya," katanya.