Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemuda Tewas Dikeroyok di Pusat Kota Serang

Pemuda Tewas Dikeroyok di Pusat Kota Serang
Ilustrasi Penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Fahrul Abidilah meninggal dunia setelah dikeroyok di tepi Jalan Veteran Kota Serang. Usianya 29 tahun dan sempat kritis beberapa hari sebelum meninggal.
  • Pengeroyokan terjadi saat korban sedang nongkrong bersama teman-temannya di pinggir Jalan Veteran, Kota Serang pada Rabu malam.
  • Korban dan teman-temannya memisahkan dan mempertanyakan masalah yang terjadi, namun pelaku membentak, memukul, dan menyerang korban secara membabi buta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Serang, IDN Times - Seorang pemuda bernama Fahrul Abidilah meninggal dunia, usai  dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal di tepi Jalan Veteran, Kota Serang. Sebelum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (18/4/2025), pria berusia 29 tahun itu sempat kritis beberapa hari di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (16/4/2025) malam.

"Fahrul sudah meninggal tadi pagi, jam 6.25 (WIB). Sekarang sudah dimakamkan," kata salah satu kerabat korban, Imam (bukan nama sebenarnya) saat dikonfirmasi.

1. Kejadian itu terjadi saat korban dan beberapa temannya nongkrong di pinggir jalan

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut kerabat korban yang saat itu di lokasi, peristiwa itu terjadi saat korban sedang nongkrong bersama teman-temannya di pinggir Jalan Veteran, Kota Serang. Tiba-tiba datang teman korban yang lain dengan menggunakan mobil Honda Jazz.

Tak berselang lama, datang sebuah mobil lain dan turun sebanyak empat orang mengejar temanya yang menggunakan mobil Honda Jazz.

"Mereka mengejar kawan kami yang datang pakai mobil Honda Jazz. Mereka (pelaku) datang mencari kawan kami itu, sedangkan dia (korban) tidak tahu apa-apa," katanya kepada wartawan.

2. Korban dan teman-temannya dikeroyok

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Dia dan rekan-rekannya mengaku sempat memisahkan dan mempertanyakan apa masalah yang terjadi. Namun, pelaku membentak dan meminta korban diam sertak tak ikut campur. Pelaku kemudian memukul salah satu teman korban dan hal itulah yang memicu perkelahian.

"Kami semua berdiri untuk melerai. Tapi pelaku malah memukul tanpa menjawab upaya mediasi dari kami," katanya.

Korban berjumlah 10 orang termasuk wanita yang saat itu ikut berkumpul dan tak luput dari pukulan pelaku. Di saat perkelahian terjadi, datang teman pelaku menggunakan motor yang diduga merupakan kendaraan dinas salah satu institusi.

Pada saat yang sama, salah satu pelaku tersebut langsung menyerang korban dengan membabi buta. Beberapa rekan korban yang berusaha menghentikan penyerangan, juga diancam dengan senjata api.

"Saya melihat korban dipukuli oleh tiga orang. Satu di bagian kepala, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian kaki. Bahkan pada saat kami hendak menolong dan membawa korban yang sudah tampak sekarat, kami sempat dihadang oleh para pelaku," katanya.

Korban kemudian tak sadarkan dan. Teman-temannya kemudian membawa korban  ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan pertama dan setelah akhirnya dirujuk ke RSUD Banten.

3. Kasus ini disebut telah dilaporkan ke Denpom Serang, diduga pelaku oknum TNI

Ilustrasi Penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu Kabid humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengaku masih akan mengecek siapa yang menangani kasus pengeroyokan tersebut. 

Informasi yang diterima, peristiwa ini juga telah dilaporkan kepada Detasemen Polisi Militer III/4 di Serang pada 17 April 2025. Dalam laporan tersebut terlapor diduga oknum anggota TMI berinisial Pratu MI.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Salahudin baru mengetahui kejadian itu dan tengah berkordinasi dengan Detasemen Polisi Militer III/4 di Serang.

"Masih melakukan pengecekan," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More